Tragedi Trisakti: Peristiwa Penting Reformasi 1998
KOMPAS.com - Tragedi Trisakti merupakan salah satu peristiwa paling krusial dalam sejarah Reformasi 1998 di Indonesia. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 12 Mei 1998, saat mahasiswa Universitas Trisakti menggelar demonstrasi menuntut perubahan politik dan turunnya Presiden Soeharto. Aksi damai tersebut berujung tragis ketika aparat keamanan menembakkan peluru tajam ke arah mahasiswa.
Empat mahasiswa Universitas Trisakti gugur dalam peristiwa tersebut akibat luka tembak. Mereka adalah Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Lesmana. Kematian mereka memicu kemarahan publik yang meluas dan memperkuat desakan untuk mengakhiri kekuasaan Orde Baru yang telah berlangsung selama 32 tahun.
Dampak Tragedi Trisakti
Tragedi Trisakti menjadi titik balik yang mempercepat jatuhnya rezim Soeharto. Gelombang demonstrasi semakin membesar di berbagai kota, dan tekanan politik semakin kuat. Hanya beberapa hari setelah peristiwa tersebut, pada 21 Mei 1998, Soeharto resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden.
Peristiwa ini juga menjadi simbol perjuangan mahasiswa dan rakyat Indonesia untuk demokrasi. Hingga kini, Tragedi Trisakti dikenang sebagai pengorbanan yang tak terlupakan dalam sejarah bangsa.
Baca juga: Sejarah Tragedi Penembakan Mahasiswa Trisakti 12 Mei 1998



