KPAI Soroti Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar: Jawaban Benar Disalahkan
KPAI Soroti Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar: Jawaban Benar Disalahkan

KPAI Soroti Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar: Jawaban Benar Disalahkan

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti penyelenggaraan lomba cerdas cermat tentang 4 pilar kebangsaan yang menuai kontroversi. Dalam lomba tersebut, peserta yang memberikan jawaban benar justru dianggap salah oleh juri. Kejadian ini memicu protes dari berbagai pihak, termasuk orang tua dan guru.

Kronologi Kejadian

Lomba cerdas cermat yang diikuti oleh siswa sekolah dasar ini berlangsung di sebuah kota di Jawa Barat. Salah satu soal menanyakan tentang makna sila ke-4 Pancasila. Seorang peserta menjawab dengan tepat sesuai buku pegangan, namun juri menyatakan jawaban itu salah. Juru berdalih bahwa jawaban yang benar adalah versi yang berbeda dari yang diajarkan di sekolah.

Orang tua peserta yang hadir langsung melaporkan kejadian ini ke KPAI. Mereka menganggap penilaian juri tidak adil dan merugikan anak-anak. KPAI kemudian melakukan investigasi dan menemukan bahwa soal dan kunci jawaban yang digunakan dalam lomba tidak sesuai dengan kurikulum resmi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tanggapan KPAI

KPAI menegaskan bahwa lomba cerdas cermat seharusnya menjadi ajang edukasi yang positif, bukan justru membingungkan peserta. Komisioner KPAI, Retno Listyarti, menyatakan, “Kami menyayangkan adanya perbedaan interpretasi terhadap materi 4 pilar yang seharusnya sudah baku. Hal ini membuat anak-anak menjadi korban.”

KPAI merekomendasikan agar pihak penyelenggara melakukan evaluasi terhadap soal dan juri. Selain itu, KPAI meminta Dinas Pendidikan setempat untuk memastikan bahwa semua lomba serupa menggunakan materi yang sesuai dengan standar nasional.

Dampak pada Peserta

Kejadian ini dikhawatirkan berdampak psikologis pada peserta. Anak-anak yang sudah belajar keras merasa dikhianati karena jawaban mereka dianggap salah. Psikolog anak menyarankan agar orang tua memberikan pengertian bahwa kesalahan ada pada sistem, bukan pada anak.

KPAI juga mengimbau agar ke depannya, penyelenggara lomba lebih berhati-hati dalam menyusun soal dan memilih juri. “Jangan sampai semangat berkompetisi mengorbankan kebenaran dan keadilan bagi anak-anak,” tegas Retno.

Pelajaran untuk Semua

Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi dunia pendidikan. Lomba cerdas cermat seharusnya menguji pemahaman, bukan menjebak peserta. Semua pihak, termasuk guru, orang tua, dan penyelenggara, harus bersinergi untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan adil.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga