Menko Polkam: Situasi Boven Digoel Berangsur Pulih Pascapenembakan Pesawat oleh KKB
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago mengungkapkan bahwa kondisi di Boven Digoel, Papua Selatan, secara bertahap telah kembali kondusif pasca-insiden penembakan pesawat oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB). Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan resmi pada Kamis, 12 Februari 2026, sebagai respons atas kejadian yang mengguncang wilayah tersebut.
Koordinasi dan Evakuasi Berjalan Lancar
Djamari menyatakan bahwa sejak menerima laporan awal mengenai insiden tersebut, ia terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Langkah-langkah koordinatif telah disiapkan untuk memastikan proses evakuasi berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. "Koordinasi dilakukan guna mengantisipasi potensi gangguan lanjutan yang dapat membahayakan masyarakat," tegasnya.
Ia juga mengungkapkan keprihatinan mendalam serta menyampaikan belasungkawa dan simpati kepada keluarga korban. Djamari berharap agar TNI dan Polri dapat segera memulihkan situasi keamanan di wilayah tersebut, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
Sinergi TNI dan Polri Kunci Keamanan Nasional
Menko Polkam menekankan pentingnya kerja sama antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan lembaga-lembaga terkait dalam memperkuat pengamanan. Termasuk keamanan sarana dan prasarana vital seperti bandara-bandara perintis, yang memiliki peran strategis dalam konektivitas dan distribusi logistik di daerah terpencil.
"Pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor demi memastikan setiap insiden dapat ditangani secara cepat, terukur, dan efektif," janji Djamari. Ia menegaskan bahwa negara bertanggung jawab dan akan selalu hadir untuk melindungi keselamatan serta keamanan seluruh Warga Negara Indonesia di mana pun berada.
Desakan Ikatan Pilot Indonesia untuk Keamanan Penerbangan
Sebelumnya, Ikatan Pilot Indonesia (IPI) telah mengecam keras insiden penembakan terhadap pilot Kapten Enggon dan kopilot Kapten Baskoro dari pesawat Smart Air. Kejadian ini terjadi saat pesawat mendarat di Lapangan Terbang Korowai, Papua Selatan, pada Rabu, 11 Februari 2026.
Ketua IPI, Cpt Muammar Reza, dalam konferensi pers di Tangerang, menyatakan bahwa tindakan KKB ini merupakan pelanggaran berat terhadap Undang-Undang Penerbangan Nomor 1 Tahun 2009 dan aturan internasional ICAO Annex 17. IPI mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk turun tangan dalam memulihkan dan menjamin keamanan penerbangan di daerah berisiko tinggi.
"Setiap pilot berhak dilindungi negara dalam menjalankan tugasnya," tegas Muammar. Ia juga mengimbau Komite Nasional Keamanan Penerbangan (KNKP) untuk mengambil langkah konkret, termasuk penghentian operasional bandara berisiko tinggi hingga keamanan terjamin kembali.
Pentingnya Sinergitas Lintas Unsur
Djamari menitikberatkan pada terwujudnya sinergitas semua unsur dalam menjamin kondusivitas keamanan dan stabilitas politik di Indonesia. Ia meyakini bahwa TNI dan Polri tidak akan dapat melaksanakan tugas dengan lancar tanpa kerja sama yang erat.
"Tidak akan ada perjalanan kepolisian yang rapih sampai sasaran kalau tidak bersama dengan komponen lain, tentara juga sama. Oleh karenanya rasa persatuan di antara kita harus tetap dijaga," jelasnya. Sinergitas ini, menurutnya, juga harus melibatkan unsur lain seperti lembaga pemerintahan dan masyarakat.
Dengan upaya koordinasi dan desakan dari berbagai pihak, diharapkan keamanan di wilayah Papua, khususnya Boven Digoel, dapat terus membaik dan insiden serupa tidak terulang di masa depan.