Serangan Israel Hantam Apartemen di Beirut, 6 Warga Lebanon Tewas
Serangan Israel di Beirut Tewaskan 6 Orang, Lebanon Kecam

Serangan Israel Hantam Apartemen Padat Penduduk di Beirut, 6 Orang Tewas

Jakarta - Lebanon melaporkan serangan udara Israel yang menargetkan apartemen padat penduduk di pusat ibu kota Beirut pada Rabu (18/3/2026) dini hari. Serangan tanpa peringatan ini menewaskan sedikitnya 6 orang warga sipil dan melukai 24 lainnya, menurut keterangan resmi Kementerian Kesehatan Lebanon.

Lokasi Serangan di Daerah Vital Ibu Kota

Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) menyebutkan bahwa serangan pertama menghantam sebuah apartemen di lingkungan Zuqaq al-Blat, kawasan padat penduduk yang berdekatan dengan markas pemerintah dan beberapa kedutaan asing. Lokasi ini juga dekat dengan tempat militer Israel menyerang cabang Beirut perusahaan keuangan Al-Qard Al-Hassan, yang dikaitkan dengan kelompok Hizbullah, pada pekan sebelumnya.

Dua serangan lainnya menargetkan apartemen di distrik Basta pusat, daerah padat penduduk lain yang pernah diserang Israel selama perang tahun 2024 melawan Hizbullah. Seorang koresponden AFP melaporkan bahwa dinding apartemen di dua lantai yang bersebelahan tampak hancur akibat ledakan, dengan petugas pertolongan pertama bergegas ke lokasi kejadian.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Eskalasi Konflik Timur Tengah yang Memanas

Serangan ini terjadi dalam konteks eskalasi konflik Timur Tengah yang semakin intens. Lebanon terseret ke dalam perang sejak 2 Maret 2026, setelah kelompok Hizbullah yang didukung Iran meluncurkan roket ke arah Israel sebagai balasan atas serangan gabungan AS-Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Israel telah merespons dengan serangan intensif di berbagai wilayah Lebanon dan operasi darat di selatan, termasuk beberapa kali menyerang pusat Beirut baik dengan maupun tanpa peringatan. Militer Israel bahkan memperingatkan akan menyerang distrik ketiga di ibu kota Lebanon, menunjukkan potensi perluasan konflik lebih lanjut.

Korban dan Identifikasi yang Rumit

Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi jumlah korban sementara sebanyak 6 orang tewas dan 24 orang terluka dari kedua serangan tersebut. Proses identifikasi korban mengalami kendala, karena jenazah di lokasi kejadian memerlukan pengujian DNA untuk menentukan identitas mereka secara akurat.

Insiden ini memperparah situasi kemanusiaan di Lebanon, yang sudah menghadapi tantangan ekonomi dan politik dalam beberapa tahun terakhir. Serangan terhadap warga sipil di daerah permukiman padat penduduk menuai kecaman internasional dan meningkatkan ketegangan di kawasan yang sudah rentan konflik.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga