Puan Maharani Minta Mitigasi Haji 2026 Dikaji di Tengah Konflik Timur Tengah
Puan Minta Mitigasi Haji 2026 Dikaji di Tengah Konflik

Puan Maharani Soroti Perlunya Mitigasi Haji 2026 di Tengah Konflik Timur Tengah

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Puan Maharani, secara khusus menyoroti pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 yang akan berlangsung di tengah situasi geopolitik global yang memanas, terutama pasca serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Puan menekankan bahwa meskipun konflik di Timur Tengah sedang mengalami eskalasi, pelaksanaan ibadah haji harus tetap dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya.

Permintaan Evaluasi dan Antisipasi dari Seluruh Pihak Terkait

Di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3/2026), Puan Maharani menyatakan permintaannya secara resmi. "Ya yang pertama terkait dengan haji, tentu saja dengan situasi geopolitik global seperti ini, apa pun masalah atau hal terkait dengan ibadah itu harus tetap bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya," ujar Puan dengan tegas.

Lebih lanjut, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu meminta agar semua pihak yang terkait, termasuk Kementerian Haji dan Umrah, segera melakukan evaluasi mendalam serta menyusun langkah-langkah mitigasi dan antisipasi yang komprehensif. "Namun kami juga meminta kepada semua pihak yang terkait untuk melakukan evaluasi dan mitigasi ataupun antisipasi terkait dengan hal yang sedang terjadi," tambahnya.

Komisi DPR akan Lakukan Kajian untuk Keselamatan Jemaah

Puan Maharani juga mengungkapkan bahwa DPR RI, melalui komisi-komisi yang terkait, akan segera melakukan kajian dan evaluasi menyeluruh. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa kebijakan pelaksanaan haji tahun ini dapat berlangsung dengan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh jemaah Indonesia.

"Jadi tentu saja DPR RI melalui komisi terkait akan melakukan, apa namanya, kajian, evaluasi dan hal-hal yang harus dilakukan dengan situasi seperti ini untuk bisa memberikan keselamatan, tetap memberikan keselamatan, kenyamanan bagi jemaah haji Indonesia yang nantinya insyaallah akan tetap melaksanakan ibadah hajinya," jelas Puan dengan penuh harap.

Kementerian Haji dan Umrah Pastikan Persiapan Masih Berjalan

Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan, telah memberikan keterangan terkait persiapan haji 2026. Dalam pertemuan di Kompleks Parlemen pada Rabu (11/3), Gus Irfan menyatakan bahwa hingga saat ini persiapan haji masih berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan, meskipun konflik di Timur Tengah semakin memanas.

"Sampai hari ini kita persiapan tetap jalan. Teman-teman Saudi, Kementerian Haji Saudi juga berkomunikasi bahwa persiapan kita bagus. Mereka di sana juga menyiapkan semuanya dengan bagus," kata Gus Irfan dengan optimisme.

Ia juga mengungkapkan bahwa situasi di Tanah Suci masih dikategorikan baik hingga kini. Kendati demikian, Kementerian Haji dan Umrah tidak tinggal diam. Pihaknya telah menyiapkan sejumlah skenario untuk menghadapi berbagai kemungkinan terburuk jika perang di kawasan tersebut tetap berlangsung hingga waktu pelaksanaan haji.

"Jadi sampai hari ini, kita asumsikan semuanya berjalan dengan baik. Situasi di sana juga akan membaik. Asumsi sampai hari ini," ungkap Gus Irfan. "Hari ini masih on schedule. Belum ada perubahan. Alhamdulillah, mudah-mudahan ini terus berjalan sampai hari ini," imbuhnya menegaskan.

Dengan demikian, meskipun tantangan geopolitik menghadang, komitmen untuk menyelenggarakan ibadah haji 2026 dengan aman dan nyaman tetap menjadi prioritas utama bagi pemerintah Indonesia dan DPR RI.