Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil membongkar praktik peredaran dan penyalahgunaan narkoba di sebuah hotel di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Operasi yang telah berlangsung selama 12 tahun ini akhirnya diungkap setelah tim gabungan melakukan penyelidikan dan penangkapan. Sebanyak 14 orang ditetapkan sebagai tersangka, sementara tiga orang lainnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Kronologi Pengungkapan
Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi yang diterima pada Jumat, 6 Maret 2026, mengenai praktik peredaran narkoba di tempat hiburan malam di Jalan Aranda Nomor 1, Tanjung Duren Selatan. Tim gabungan yang dipimpin Kombes Handik Zusen bersama Satgas NIC di bawah pimpinan Kombes Kevin Leleury segera melakukan penyelidikan. Pada Jumat, 8 Mei 2026, tim melakukan undercover buy dengan membeli lima butir ekstasi dan lima vape mengandung etomidate melalui seorang koordinator ladies berinisial DEP alias Mami Dania. Keesokan harinya, Mami Dania ditangkap bersama barang bukti. Pengembangan kasus membawa polisi menangkap sejumlah tersangka lainnya, termasuk kurir dan penyedia narkoba.
18 Orang Positif Narkoba
Dari total 55 orang yang dibawa ke Kantor Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim, 18 orang dinyatakan positif narkoba. Lima di antaranya ditetapkan sebagai tersangka karena terlibat dalam peredaran, sementara 13 lainnya menjalani asesmen di BNN Pusat.
Barang Bukti dan Kerugian
Polisi mengamankan 16 butir ekstasi dan 111 vape etomidate. Diperkirakan 127 jiwa terselamatkan, dengan nilai barang bukti mencapai Rp 682 juta. Selama 12 tahun, diperkirakan 328.500 hingga 657.000 butir ekstasi telah diedarkan dengan nilai Rp 328,5 miliar hingga Rp 675 miliar, serta 21.900 hingga 54.750 unit vape etomidate senilai Rp 65,7 miliar hingga Rp 164 miliar. Jumlah pengguna diperkirakan mencapai 339.450 hingga 684.375 jiwa.
Peran Manajemen Hotel
Pihak manajemen hotel diduga mengetahui praktik peredaran narkoba. Menurut pengakuan tersangka, peredaran dilakukan secara diam-diam oleh oknum karyawan dan pengunjung, namun manajemen B Fashion Hotel mengetahui aktivitas tersebut. Saat penggerebekan, manajemen yang sedang merayakan ulang tahun ke-12 hotel di salah satu ruang KTV melarikan diri dan kini diburu polisi.



