Presiden Interim Peru Jose Jeri Digulingkan Kongres Akibat Tuduhan Korupsi
Kongres Peru secara resmi memakzulkan Presiden Interim Jose Jeri pada Selasa (17/2) waktu setempat, hanya empat bulan setelah dia menjabat. Pemakzulan ini didasarkan pada tuduhan korupsi yang melibatkan perekrutan tidak wajar dan praktik ilegal dengan pengusaha asing.
Jeri Jadi Kepala Negara Ketujuh yang Digulingkan dalam 10 Tahun
Jeri, yang berusia 39 tahun, menjadi kepala negara ketujuh di Peru dalam satu dekade terakhir yang dijatuhkan karena skandal korupsi. Seperti dilaporkan AFP, dia dituduh melakukan perekrutan secara tidak sah terhadap sejumlah pejabat wanita dalam pemerintahannya dan terlibat dalam kasus korupsi dengan seorang pengusaha China.
Jeri mengambil alih kekuasaan dari mantan Presiden Dina Boluarte pada Oktober tahun lalu, setelah Boluarte juga dimakzulkan di tengah protes terhadap korupsi dan kekerasan terkait kejahatan terorganisir. Masa jabatannya seharusnya berlangsung hingga Juli tahun ini, sebelum pemilu digelar pada 12 April mendatang.
Penyelidikan Jaksa Ungkap Dugaan Penyalahgunaan Kekuasaan
Jaksa setempat telah meluncurkan penyelidikan pekan lalu untuk mengungkap apakah Jeri menggunakan pengaruh yang tidak semestinya dalam penunjukan pejabat pemerintah. Jeri menegaskan dirinya tidak bersalah atas semua tuduhan tersebut.
Sebelumnya menjabat sebagai kepala parlemen unikameral Peru, Jeri diangkat untuk menyelesaikan sisa masa jabatan Boluarte. Namun, dia secara konstitusional dilarang mencalonkan diri dalam pemilu mendatang.
Skandal Perekrutan dan Pertemuan Rahasia dengan Pengusaha China
Program investigasi televisi Cuarto Poder melaporkan bahwa lima pejabat wanita secara tidak sah diberi pekerjaan di kantor kepresidenan dan Kementerian Lingkungan setelah bertemu Jeri. Jaksa menyatakan ada sembilan wanita yang diduga direkrut secara tidak wajar.
Selain itu, Jeri juga diselidiki atas dugaan "sponsor kepentingan ilegal" setelah pertemuan rahasia dengan seorang pengusaha China yang memiliki hubungan komersial dengan pemerintah Peru.
Kepala Parlemen Baru Akan Ambil Alih Jabatan Presiden Interim
Setelah pemakzulan Jeri, ketua parlemen yang baru secara otomatis akan mengambil alih jabatan presiden interim Peru hingga Juli mendatang. Kongres Peru akan memilih pemimpin baru pada Rabu (18/2) waktu setempat untuk mengisi posisi ketua yang kosong.
Peru telah mengalami pergantian tujuh presiden sejak tahun 2016, dengan beberapa di antaranya dimakzulkan, diselidiki, atau dihukum karena pelanggaran. Situasi ini mencerminkan ketidakstabilan politik yang terus berlanjut di negara tersebut.