Pramono Anung dan Rano Karno Silaturahmi ke Megawati di Hari Pertama Idulfitri
Pramono dan Rano Karno Halalbihalal ke Rumah Megawati

Pramono Anung dan Rano Karno Kompak Halalbihalal ke Rumah Megawati di Hari Raya Idulfitri

Pada hari pertama perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, suasana silaturahmi dan halalbihalal terasa hangat di kediaman Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri. Dua petinggi DKI Jakarta, yaitu Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno, secara terpisah mengunjungi rumah Megawati yang berlokasi di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Kedatangan Tepat Waktu dengan Pengawalan Ketat

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, Rano Karno tiba lebih dulu di kediaman Megawati pada pukul 09.36 WIB. Beberapa menit kemudian, tepatnya pukul 09.40 WIB, Pramono Anung menyusul dengan didampingi oleh sang istri. Kedua tokoh politik ini tampak kompak dalam menjalankan tradisi silaturahmi di hari yang fitri.

Keamanan di sekitar rumah Megawati dijaga sangat ketat oleh pasukan pengamanan presiden (Paspampres) dan Brigade Mobil (Brimob). Di bagian depan rumah, terpampang tulisan yang menyatakan "Mohon Maaf Tidak Ada Open House", menunjukkan bahwa kunjungan ini bersifat pribadi dan terbatas. Pramono dan Rano kemudian meninggalkan lokasi sekitar pukul 10.45 WIB setelah menghabiskan waktu kurang lebih satu jam untuk bersilaturahmi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pesan Idulfitri dari Megawati Soekarnoputri

Melalui Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, Megawati Soekarnoputri menyampaikan pesan mendalam terkait makna Idulfitri. Dalam pesannya, Megawati menekankan pentingnya momentum ini untuk memperkuat nilai-nilai persaudaraan, solidaritas, dan kemanusiaan di tengah masyarakat Indonesia.

"Idul Fitri menjadi kesempatan emas untuk refleksi diri dan mempererat tali silaturahmi, serta membangun semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," ujar Hasto mengutip pesan Megawati. Ia menambahkan bahwa Idulfitri seharusnya dijadikan sebagai ruang untuk mewujudkan persaudaraan nasional melalui sikap saling memaafkan, terutama setelah sebulan penuh berpuasa yang mengasah jiwa dan raga.

Perayaan Idulfitri dalam Suasana Kekeluargaan

Hasto juga mengungkapkan bahwa Megawati akan merayakan Hari Raya Idulfitri bersama keluarga besar dan kerabat dekatnya, menjaga tradisi yang selalu dipegang teguh. "Sebagai tradisi yang selalu dijaga, Ibu Megawati merayakan Idul Fitri dalam suasana kekeluargaan, penuh kehangatan dan kebersamaan," jelasnya.

Lebih lanjut, Hasto menyampaikan bahwa hari Lebaran ini merupakan momen penting untuk menjaga persatuan dan membawa kebahagiaan serta kedamaian bagi seluruh rakyat Indonesia. "Semoga kemenangan di hari yang fitri ini membawa semangat baru untuk terus berkontribusi bagi bangsa dan negara," tutupnya, sekaligus mengucapkan selamat Idulfitri 1447 H dan mohon maaf lahir batin dari Megawati dan seluruh keluarga besar PDIP.

Kunjungan silaturahmi Pramono Anung dan Rano Karno ke rumah Megawati ini tidak hanya mencerminkan tradisi halalbihalal yang kental di Indonesia, tetapi juga menunjukkan harmoni dalam dunia politik nasional di momen religius yang penuh makna.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga