Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato selama sekitar dua jam dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19 yang membahas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) RAPBN 2027. Acara berlangsung di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Rabu, 20 Mei 2026.
Ucapan Terima Kasih kepada PDIP
Di akhir pidatonya, Prabowo mengucapkan terima kasih kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang tetap memilih menjadi oposisi di pemerintahannya. Ia menekankan bahwa demokrasi membutuhkan oposisi untuk menjaga keseimbangan dan pengawasan dalam roda pemerintahan.
"Saya paham dan mengerti bahwa PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah. Saya mengerti itu. Sebenarnya saya ingin ucapkan terima kasih ke PDIP," ujar Prabowo dalam pidatonya.
Prabowo menyebut PDIP berjasa dalam menjaga keberlangsungan demokrasi di Indonesia. Ia bercanda bahwa secara pribadi ia ingin semua partai politik bergabung dalam koalisi pemerintahannya, namun ia mengakui kondisi itu tidak baik bagi demokrasi.
"Setiap pemimpin harus mau dikritik, setiap eksekutif harus diawasi. Terima kasih atas pengawasan saudara," kata Prabowo.
Ia juga mengaku beberapa kali melihat kritikan tajam dari kader PDIP terhadap dirinya. "Ada pepatah yang mengatakan kalau orang ingatkan kita walau kita tidak suka dikasih peringatan, tapi sebenarnya dia menyelamatkan kita," ucapnya.
Paparan KEM PPKF RAPBN 2027
Dalam pidatonya, Prabowo memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN Tahun Anggaran 2027. Presiden menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8 persen hingga 6,5 persen pada 2027.
Untuk asumsi dasar KEM PPKF RAPBN 2027, pemerintah menargetkan inflasi di kisaran 1,5 persen hingga 3,5 persen. Dari sisi nilai tukar, rupiah ditargetkan berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS.
Ini adalah pertama kalinya presiden menyampaikan pidato paparan KEM PPKF RAPBN di depan DPR. Tradisi baru ini dilakukan di tengah gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).



