PDIP Jatim Santuni 500 Anak Yatim dan 50 Janda Dhuafa dalam Peringatan Nuzulul Quran
PDIP Jatim Santuni Anak Yatim dan Janda di Nuzulul Quran (06.03.2026)

PDIP Jatim Gelar Santunan untuk 500 Anak Yatim dan 50 Janda Dhuafa dalam Peringatan Nuzulul Quran

DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Timur menyelenggarakan peringatan Nuzulul Quran pada bulan Ramadan tahun ini dengan kegiatan sosial yang penuh makna. Dalam acara tersebut, partai menghadirkan sebanyak 500 anak yatim dan 50 janda dari kalangan dhuafa untuk menerima santunan, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kecil.

Konsistensi Agenda Santunan Setiap Ramadan

Ketua DPD PDIP Jatim, Said Abdullah, menegaskan bahwa agenda santunan ini telah menjadi tradisi yang konsisten dilakukan partainya setiap Ramadan, khususnya bertepatan dengan peringatan Nuzulul Quran. Ia mengajak semua pihak untuk mendoakan agar kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun.

"Marilah kita doakan bersama agar DPD PDIP Jatim bisa melaksanakan ini setiap tahun sekali di setiap peringatan Nuzulul Quran. Setidaknya, Wa Insya Allah, dalam kesempatan apa pun, kami akan selalu menempatkan ibu-ibu janda dan anak yatim di tempat terhormat bagi PDI Perjuangan," ujar Said, seperti dikutip dari laporan media.

Ideologi Partai yang Berpihak pada Wong Cilik

Said Abdullah menjelaskan bahwa PDIP sebagai partai yang identik dengan wong cilik ingin merayakan Nuzulul Quran bersama masyarakat kecil, terutama anak yatim dan kaum dhuafa. Ia menekankan bahwa tindakan ini didasari oleh ideologi partai yang mencintai rakyat kecil.

"Itu kami lakukan karena ideologi kami, kecintaan kami sebagai partai wong cilik. PDIP bersama wong cilik. Barokah itulah yang ingin kami dapatkan bersama ibu para janda dan anak yatim, insya Allah barokah itu kami peroleh," bebernya.

Harapan untuk Konsistensi dan Kebijakan Pro-Rakyat

Sebagai Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said berharap PDIP Jatim dapat terus konsisten dalam membantu wong cilik, sekaligus menghadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat. Ia juga menyampaikan harapan agar Ramadan ini bukan yang terakhir bagi semua, dengan doa untuk umur panjang dan berkah.

"Mudah-mudahan ini bukan Ramadan terakhir bagi kita semua. Insya Allah kita akan bertemu di bulan Ramadan tahun depan. Kita saling mendoakan panjang umur, umur barokah, dan umur yang dirahmati Allah SWT," tandasnya.

Kegiatan santunan ini menjadi bukti nyata komitmen PDIP Jatim dalam menjalankan nilai-nilai sosial dan keagamaan, terutama di bulan suci Ramadan. Dengan menghormati anak yatim dan janda dhuafa, partai berupaya menciptakan harmoni dan kepedulian dalam masyarakat.