Wakil Ketua MPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul, mengkritik langkah Presiden Prabowo Subianto yang mengutus Ketua MPR Ahmad Muzani untuk menghadiri pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Pacul menegaskan bahwa hubungan antara Presiden dan Ketua MPR bersifat konsultatif, bukan hubungan perintah.
Hubungan Antar Lembaga Tinggi Negara
Menurut Pacul, Presiden dan Ketua MPR memiliki kedudukan setara sebagai pimpinan lembaga tinggi negara, sehingga mekanisme hubungannya harus bersifat konsultatif. "Bahwa tata beracara di dalam ketatanegaraan kita sesama lembaga tinggi negara sifatnya pimpinannya bersifat konsultatif rapatnya. Tidak ada prosedur kemudian memerintahkan," ujar Bambang Pacul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7).
Mekanisme Pengiriman Utusan MPR
Ia menjelaskan, jika MPR hendak mengirimkan utusan dalam kapasitas kelembagaan, mekanismenya harus melalui rapat pimpinan MPR. "Kalau sesuai peraturan, pimpinan MPR rapat. Kemudian dari MPR-MPR rapat, memutuskan mau memberikan pertimbangan ini ini, maka kita takziah ke sana," katanya.
Pacul menambahkan, "Bahwa Presiden dan Ketua MPR statusnya dalam rapat sifatnya konsultatif. Itu diberlakukan atas lembaga-lembaga tinggi negara. Kalau saling bertemu pimpinannya, itu rapatnya namanya rapat konsultasi. Jadi tidak memerintah, tetapi konsultatif."
Perbedaan sebagai Kader vs Ketua MPR
Bambang Pacul menyatakan bahwa situasi akan berbeda jika Muzani diutus sebagai kader partai, bukan sebagai Ketua MPR. "Kalau bahwa itu sebagai kader, itu bisa. Tapi kalau bertindak sebagai Ketua MPR, ya beda kok," tegasnya.
Pernyataan Ahmad Muzani
Sebelumnya, Ketua MPR Ahmad Muzani mengaku diutus Presiden Prabowo Subianto untuk menghadiri pemakaman Ayatollah Khamenei di Masyhad, Iran. Muzani akan hadir bersama Menteri Luar Negeri Sugiono pada prosesi pemakaman yang akan berlangsung 9 Juli 2026. "Saya sebagai Ketua MPR RI bersama Menteri Luar Negeri Sugiono diutus oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menghadiri acara prosesi pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Khamenei di Masyhad, Iran pada Kamis 9 Juli 2026," kata Muzani melalui unggahan Instagram, Selasa (7/9).



