Nina Agustina Bachtiar Tinggalkan PDI-P, Bergabung dengan PSI Usai Temui Jokowi
Mantan Bupati Indramayu, Nina Agustina Bachtiar, yang juga merupakan putri dari mantan Kapolri Jenderal (Purn) Da'i Bachtiar, secara resmi telah memutuskan untuk berpindah haluan politik. Nina, yang sebelumnya merupakan kader setia Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), kini memilih untuk bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Keputusan Besar Setelah Kunjungan ke Solo
Keputusan besar ini diambil oleh Nina setelah dirinya melakukan kunjungan langsung ke kediaman Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi, di Sumber, Solo, Jawa Tengah, pada hari Rabu tanggal 25 Februari 2026. Kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan sebuah langkah strategis dalam perjalanan politiknya.
Nina mengungkapkan bahwa kunjungannya ke Solo memiliki tujuan utama untuk bersilaturahmi sekaligus meminta restu kepada Jokowi terkait langkah politik barunya bersama partai berlambang bunga mawar tersebut. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya dukungan dan restu dari mantan presiden dalam keputusan politik yang diambilnya.
Menguatkan Fenomena Jokowi Effect
Langkah Nina ini semakin mempertegas adanya fenomena yang dikenal sebagai Jokowi Effect, yang masih menjadi magnet kuat dalam peta perpolitikan nasional. Banyak politisi dan publik figur yang masih melihat pengaruh besar Jokowi dalam dinamika politik Indonesia, meskipun masa jabatannya telah berakhir.
Perpindahan haluan politik Nina dari PDI-P ke PSI ini diprediksi akan memberikan energi baru dalam kancah perpolitikan, khususnya di wilayah Jawa Barat. Sebagai mantan bupati, Nina memiliki pengalaman dan jaringan yang luas, yang bisa menjadi aset berharga bagi PSI dalam memperkuat basis dukungan mereka.
Keputusan Nina untuk bergabung dengan PSI juga menandai babak baru dalam karir politiknya. Setelah lama berkecimpung di PDI-P, ia kini memilih partai yang dikenal dengan pendekatan segar dan fokus pada isu-isu kaum muda serta perempuan. Ini bisa menjadi sinyal perubahan dalam strategi politiknya ke depan.
Dengan latar belakang sebagai putri mantan Kapolri dan mantan bupati, Nina membawa kombinasi unik antara warisan keluarga dan pengalaman pemerintahan. Hal ini membuat perpindahannya ke PSI menjadi sorotan publik dan analis politik, yang melihatnya sebagai langkah berani dalam menghadapi tantangan politik masa depan.
