AS Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, Trump Sinyalkan Pengurangan Lebih Besar
AS Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, Trump Sinyalkan Tambahan

Jakarta - Amerika Serikat (AS) berencana menarik ribuan pasukannya dari Jerman di tengah dinamika hubungan kedua negara. Kebijakan ini menjadi sorotan karena menyangkut postur militer AS di Eropa.

Keputusan tersebut muncul bersamaan dengan meningkatnya ketegangan geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah. Sejumlah pihak pun menilai langkah ini akan berdampak pada hubungan transatlantik dan keamanan kawasan.

Pentagon Umumkan Tarik 5.000 Pasukan

Dilansir AFP dan CNN International, Sabtu (2/5/2026), Pentagon mengonfirmasi rencana penarikan sekitar 5.000 tentara AS dari Jerman. Juru bicara utama Pentagon Sean Parnell menyampaikan, "Menteri Perang telah memerintahkan penarikan sekitar 5.000 pasukan dari Jerman." Penarikan ini merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap penempatan kekuatan militer AS di Eropa. Pentagon menyebut langkah tersebut mempertimbangkan kebutuhan operasional dan kondisi di lapangan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Keputusan ini mengikuti tinjauan menyeluruh terhadap postur kekuatan Departemen di Eropa dan sebagai pengakuan atas kebutuhan teater dan kondisi di lapangan. Kami memperkirakan penarikan akan selesai dalam enam hingga dua belas bulan ke depan," kata Parnell.

Trump Sinyalkan Pengurangan Lebih Besar

Presiden AS Donald Trump kemudian memberikan sinyal bahwa jumlah pasukan yang akan ditarik bisa lebih besar dari yang diumumkan Pentagon. Pernyataan ini disampaikannya sehari setelah pengumuman resmi tersebut.

"Kita akan mengurangi jauh lebih banyak, dan kita akan mengurangi lebih dari 5.000," kata Trump, seperti dilansir AFP, Minggu (3/5/2026).

Namun, Trump tidak merinci lebih lanjut terkait jumlah pasti maupun rincian teknis penarikan tambahan tersebut. Pernyataan ini muncul di tengah memburuknya hubungan antara Washington dan Berlin.

Ketegangan dengan Jerman

Langkah penarikan pasukan ini tidak lepas dari ketegangan antara AS dan Jerman. Kanselir Jerman Friedrich Merz sebelumnya mengkritik kebijakan AS terkait konflik dengan Iran. Ia menyebut AS sedang "dipermalukan" oleh Iran dalam konteks perundingan. Kritik tersebut memicu respons dari Trump yang kemudian menyatakan tengah meninjau kehadiran pasukan AS di Jerman.

Ketegangan ini menambah daftar dinamika hubungan kedua negara yang sebelumnya juga diwarnai perbedaan pandangan dalam sejumlah isu internasional.

Respons Jerman dan NATO Terhadap AS

Pemerintah Jerman menilai keputusan AS tersebut sebagai sesuatu yang telah diperkirakan. Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius mengatakan penarikan pasukan AS dari negaranya "dapat diprediksi". Ia juga menegaskan pentingnya kehadiran militer AS di kawasan Eropa.

"Kehadiran tentara Amerika di Eropa, dan khususnya di Jerman, adalah demi kepentingan kita dan kepentingan AS," kata Pistorius, seperti dilaporkan kantor berita DPA, Minggu (3/5/2026).

Sementara itu, NATO menyatakan masih mempelajari detail kebijakan tersebut. Juru bicara NATO Allison Hart mengatakan pihaknya "bekerja sama dengan AS untuk memahami detail keputusan mereka".

Penarikan ini diperkirakan akan berlangsung dalam enam hingga dua belas bulan ke depan, dengan jumlah pasukan AS di Jerman yang masih tersisa lebih dari 30.000 personel setelah proses tersebut rampung.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga