Muzani Bela Diri Jadi Utusan Presiden di Pemakaman Khamenei
Muzani Bela Diri Jadi Utusan Presiden di Pemakaman Khamenei

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani akhirnya angkat bicara mengenai kritik yang dialamatkan kepadanya terkait penunjukannya sebagai utusan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadiri prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada 9 Juli 2026 mendatang. Muzani menegaskan bahwa statusnya sebagai utusan presiden tidak perlu diperdebatkan karena baik MPR maupun presiden sama-sama merupakan lembaga tinggi negara.

Muzani: Presiden Berwenang Menunjuk Utusan

Dalam pernyataannya usai menerima kunjungan Perdana Menteri India, Narendra Modi, di kompleks parlemen pada Selasa (7/7/2026), Muzani menjelaskan bahwa kepala negara memiliki kewenangan penuh untuk memutuskan siapa yang layak mewakili negara dalam acara kenegaraan di luar negeri.

"Kepala negara itu memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan siapa saja yang bisa dianggap layak untuk mewakili negara," ujar politikus Partai Gerindra tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Muzani menambahkan bahwa meskipun ia ditunjuk langsung oleh presiden, kehadirannya bersama Menteri Luar Negeri Sugiono tetap mewakili seluruh masyarakat dan bangsa Indonesia yang turut berduka atas wafatnya Khamenei. "Maka pada hari itu, Presiden meminta kepada saya dan Menteri Luar Negeri untuk hadir pada acara tersebut. Dan insyaallah kami akan segera berangkat," katanya.

Prosesi Pemakaman Khamenei Dimulai Setelah Penundaan

Proses pemakaman Ali Khamenei telah dimulai sejak Sabtu (4/7/2026) setelah tertunda lebih dari empat bulan sejak mendiang tewas dalam serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026. Jenazah Khamenei disemayamkan di pusat Kota Teheran, di mana jutaan warga Iran dapat melihat dan memberikan penghormatan terakhir sebelum dimakamkan.

Rencananya, jenazah Khamenei akan diarak keliling sejumlah kota di Iran hingga Irak sebelum dikebumikan pada Kamis (9/7/2026) di Imam Reza Shrine, kota kelahirannya di Masyhad, Iran. Saat ini, jenazah Ali Khamenei sudah tiba di Kota Qom, Iran, sebagai bagian dari prosesi penghormatan terakhir.

Polemik Kehadiran Muzani

Penunjukan Muzani sebagai utusan presiden menuai kritik dari sejumlah kalangan yang mempertanyakan mengapa bukan pejabat dari kementerian luar negeri atau perwakilan diplomatik yang ditugaskan. Namun, Muzani menegaskan bahwa perannya bersama Menteri Luar Negeri Sugiono sudah tepat dan merupakan keputusan presiden yang tidak perlu dipersoalkan lebih lanjut.

"Saya dan Menteri Luar Negeri hadir atas nama negara dan bangsa Indonesia. Ini adalah bentuk solidaritas dan penghormatan terhadap negara sahabat yang sedang berduka," pungkas Muzani.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga