Wakil Ketua Komisi II DPR Dede Yusuf menegaskan bahwa pemilu yang jujur dan adil (jurdil) merupakan impian seluruh partai politik. Pernyataan ini disampaikan menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh yang tidak mempermasalahkan model Pemilu 2029 selama berlangsung sportif.
Pemilu Jurdil Harapan Semua Partai
"Saya rasa impian semua partai adalah pemilu dilakukan dengan jujur dan adil, demokrasi memang harus begitu," kata Dede Yusuf saat dihubungi pada Kamis (23/7/2026). Menurutnya, nilai-nilai kejujuran dan keadilan harus menjadi fondasi dalam setiap penyelenggaraan pemilu.
Dede Yusuf yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Demokrat menekankan pentingnya model pemilu yang akan digunakan. Ia mengatakan bahwa model pemilu harus menjadi kesepakatan semua partai politik. Saat ini, Komisi II DPR masih melakukan penjajakan terkait bentuk pemilu yang akan diterapkan pada 2029.
Suara Rakyat Jangan Terbuang
"Hanya soal model pemilu nanti harus menjadi kesepakatan semua partai," ucap Dede. Ia menambahkan bahwa hal terpenting dalam model pemilu mendatang adalah memastikan suara rakyat tidak terbuang sia-sia. Menurutnya, pengalaman pemilu sebelumnya perlu dievaluasi agar partisipasi rakyat benar-benar berarti.
"Dan suara rakyat tidak terbuang banyak seperti dalam pemilu sebelumnya," imbuh Dede. Pernyataan ini mengindikasikan perlunya sistem yang lebih efisien dan representatif agar setiap suara memiliki dampak dalam penentuan kursi legislatif maupun kepala daerah.
Pernyataan Surya Paloh Soal Sportivitas
Surya Paloh sebelumnya merespons pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu yang masih berlanjut. Ia mengaku tidak mempermasalahkan model pemilihan atau sistem pemilu mendatang, selama kompetisi berlangsung secara sportif. Paloh mengingatkan pentingnya sportivitas peserta dan penyelenggara pemilu.
"Nah, di sinilah saya selalu mengingatkan salah satu hal yang tidak boleh kita anggap biasa-biasa saja, yaitu sportivitas peserta dan penyelenggara pemilu. Jadi, kita siap dengan pertarungan apa pun dalam kompetisi. Namun, apa artinya kompetisi tersebut apabila kita tidak menghargai nilai-nilai sportivitas yang seharusnya berjalan?" tutur Paloh.
Pernyataan ini muncul di tengah pembahasan RUU Pemilu yang masih berlangsung di DPR. Sejumlah partai masih berdebat mengenai sistem pemilu yang akan digunakan, apakah tetap proporsional terbuka atau kembali ke sistem tertutup. Dede Yusuf menekankan bahwa apapun modelnya, yang terpenting adalah kesepakatan bersama dan keadilan bagi semua pihak.



