Ketua Komisi III DPR Minta Ketua BEM UGM Laporkan Teror ke Polisi
Ketua Komisi III DPR Minta Ketua BEM UGM Laporkan Teror

Ketua Komisi III DPR Desak Ketua BEM UGM Segera Laporkan Kasus Teror ke Aparat

Ketua Komisi III DPR Habiburokhman secara tegas meminta Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) Tiyo Ardianto untuk segera membuat laporan polisi terkait pengakuan dirinya menjadi korban teror. Permintaan ini disampaikan Habiburokhman kepada wartawan pada Sabtu, 21 Februari 2026, di Jakarta.

"Terkait informasi adanya teror terhadap Ketua BEM UGM, kami berharap yang bersangkutan membuat laporan polisi, dan selanjutnya bisa ditindak oleh aparat," ujar Habiburokhman. Dia menegaskan bahwa laporan resmi ke kepolisian merupakan langkah krusial agar aparat penegak hukum dapat bergerak cepat mengusut dan menindak pelaku teror tersebut.

Habiburokhman Pastikan Pelaku Bukan dari Pendukung Prabowo

Dalam pernyataannya, Habiburokhman yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, dengan jelas menyangkal dugaan bahwa teror yang dialami Tiyo berasal dari pihak pendukung Presiden Prabowo Subianto. "Kami pastikan pelaku teror bukan dari pendukung Pak Prabowo. Sebaliknya, kami perlu informasikan bahwa saat ini ada beberapa pendukung Pak Prabowo juga mendapat ancaman teror," tegasnya.

Dia bahkan mendorong para pendukung Prabowo yang mengalami hal serupa untuk turut melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib. "Saya juga meminta rekan-rekan tersebut membuat laporan polisi," imbuh Habiburokhman.

Kecurigaan Adanya Pihak Ketiga yang Ingin Mengadu Domba

Lebih lanjut, politisi dari Fraksi Partai Gerindra ini menyampaikan kekhawatirannya bahwa ada pihak lain yang berupaya memecah belah masyarakat dengan memanfaatkan situasi yang tidak kondusif. "Waspada ada pihak ketiga yang mau mengadu domba bangsa kita. Situasi saat ini bisa saja ada pihak yang ingin memancing di air keruh," ucap Habiburokhman.

Dia menilai bahwa kondisi seperti ini dapat menjadi pintu masuk bagi perpecahan sosial jika tidak ditangani dengan serius dan transparan oleh semua pihak yang terlibat.

Kronologi Teror yang Dialami Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto

Sebelumnya, Tiyo Ardianto mengungkapkan bahwa dirinya telah mengalami serangkaian teror sejak Selasa, 9 Februari 2026. Menurut pengakuannya, ancaman tersebut datang melalui pesan dari sekitar enam nomor telepon asing yang berasal dari luar negeri.

"Isinya ada ancaman penculikan, ada ancaman untuk katanya membuka aib," jelas Tiyo seperti dilansir dari media lokal pada Jumat, 20 Februari 2026.

Tidak berhenti di ancaman verbal, Tiyo juga mengaku sempat menjadi korban penguntitan pada Rabu, 11 Februari 2026. Kejadian itu terjadi saat dia sedang berada di sebuah kedai. "Dari jauh ada orang yang menguntit sekaligus memfoto. Tetapi ketika kami kejar, dia sudah segera pergi," cerita Tiyo.

Pengalaman menegangkan ini membuatnya merasa bahwa kondisi demokrasi di Indonesia sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja. "Ini alarm yang menunjukkan bahwa demokrasi kita enggak baik-baik saja," tandas Ketua BEM UGM tersebut.

Dengan adanya desakan dari Ketua Komisi III DPR, diharapkan kasus teror terhadap Tiyo Ardianto dapat segera diusut tuntas oleh kepolisian. Langkah pelaporan resmi dinilai penting untuk mengungkap identitas pelaku dan motif di balik aksi teror yang mengancam keamanan dan ketertiban umum ini.