Kapolri Serukan Dukungan untuk Langkah Strategis Pemerintah di Kancah Internasional
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak seluruh elemen masyarakat, dengan penekanan khusus pada kelompok buruh, untuk mendukung langkah-langkah strategis yang diambil oleh pemerintah Presiden Prabowo Subianto di forum internasional. Salah satu fokus utama adalah keterlibatan aktif Indonesia dalam Board of Peace (BoP), sebuah forum perdamaian dunia yang bertujuan menciptakan stabilitas global.
Pernyataan dalam Buka Puasa Bersama KSPSI
Hal tersebut disampaikan Jenderal Sigit saat menghadiri acara buka puasa bersama keluarga besar Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di PT NOK Indonesia, Bekasi, Jawa Barat, pada Jumat, 6 Maret 2026. Dalam kesempatan itu, Kapolri menegaskan bahwa peran Indonesia dalam BoP merupakan implementasi nyata dari politik luar negeri bebas aktif yang dianut bangsa ini.
"Beberapa waktu yang lalu, Indonesia mau tidak mau kemudian ikut di dalam BoP. Karena saat itu Amerika mengusulkan perdamaian Palestina dan Israel yang kemudian diikuti oleh beberapa negara. Indonesia ingin berperan aktif untuk ikut mendamaikan melalui usulan Two-State Solution," ujar Jenderal Sigit.
Pentingnya Keterlibatan Indonesia di Tengah Macetnya Jalur Diplomasi Formal
Jenderal Sigit menjelaskan bahwa keterlibatan Indonesia dalam BoP menjadi sangat krusial di tengah mandeknya jalur diplomasi melalui lembaga-lembaga formal internasional yang ada saat ini. Menurutnya, suara Indonesia kini lebih didengar dan dipertimbangkan dalam mengawal resolusi konflik di kawasan Timur Tengah.
Mantan Kabareskrim ini juga memaparkan bahwa ketegangan geopolitik global, seperti penyerangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, telah memicu eskalasi yang berdampak langsung pada ekonomi nasional. Salah satu dampak nyata adalah lonjakan harga minyak mentah dunia.
"Situasi ini mengakibatkan harga minyak meningkat sangat luar biasa. Sampai hari ini harganya sudah naik 16 persen, dari 66 USD per barel menjadi 77 USD per barel. Ini adalah masalah yang akan kita hadapi bersama," tuturnya dengan tegas.
Soliditas Nasional untuk Posisi Tawar yang Kuat
Oleh karena itu, Jenderal Sigit menekankan pentingnya bagi seluruh elemen bangsa untuk tetap solid dan bersatu di belakang pemerintah. Soliditas nasional ini dinilai sangat diperlukan agar posisi tawar Indonesia tetap kuat, baik dalam misi perdamaian maupun dalam perundingan ekonomi bilateral dengan negara-negara lain.
Keberhasilan Diplomasi Ekonomi Prabowo Subianto
Selain isu perdamaian, Kapolri juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto terus berjuang melalui jalur bilateral untuk meringankan beban industri dalam negeri. Upaya diplomasi tersebut telah membuahkan hasil dengan menurunkan tarif ekspor Indonesia ke Amerika Serikat secara signifikan.
"Beliau berjuang menurunkan tarif Indonesia yang awalnya 32 persen, melalui diplomasi akhirnya turun ke 19 persen, bahkan ada keputusan yang menurunkan hingga 15 persen. Ini kabar gembira agar kita bisa mendorong produksi industri kita ke pasar Amerika yang besar," jelas Jenderal Sigit dengan optimisme.
Pesan untuk Menjaga Iklim Investasi dan Sinergi
Di akhir sambutannya, Kapolri berpesan agar masyarakat dan kaum buruh terus menjaga iklim investasi yang kondusif di dalam negeri. Ia berharap sinergi yang erat antara Polri dan buruh dapat terus terjaga dengan baik demi mengawal visi besar Indonesia Emas 2045 di tengah berbagai tekanan konstelasi global yang semakin kompleks.
"Mari kita jaga, kita kawal negara ini untuk bisa melewati situasi global yang ada dan mewujudkan visi bersama menuju Indonesia Emas 2045," pungkas Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan penuh harapan.



