Jokowi Buka Suara Soal Pertemuan Prabowo dengan Para Mantan Presiden dan Tokoh Politik
Jakarta - Presiden ketujuh Republik Indonesia, Joko Widodo, secara terbuka mengungkapkan isi dari pertemuan yang digelar oleh Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah tokoh penting negara. Pertemuan tersebut dihadiri oleh para presiden dan wakil presiden terdahulu, mantan menteri luar negeri, hingga ketua umum partai politik beberapa waktu lalu.
Dua Poin Utama yang Dibahas Prabowo
Dalam keterangannya, Jokowi menyebut bahwa Prabowo menjelaskan dua hal besar yang menjadi fokus pembicaraan. "Beliau Bapak Presiden menjelaskan mengenai dua hal besar, yaitu masuknya Indonesia ke Board of Peace dan yang kedua mengenai tarif dagang Indonesia-Amerika," ujar Jokowi, seperti dilansir dari detikJateng pada Jumat, 6 Maret 2026.
Indonesia di Board of Peace untuk Dialog Perdamaian Dunia
Mengenai keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP), Jokowi mengungkapkan bahwa Prabowo menekankan pentingnya negara ini berada di dalam forum tersebut. "Yang pertama mengenai BoP, beliau menyampaikan bahwa perlunya kita berada di dalam forum itu untuk membangun sebuah dialog yang baik agar dunia menjadi lebih damai," jelasnya. Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis untuk memperkuat peran Indonesia dalam diplomasi global dan menciptakan perdamaian dunia.
Fakta Tarif Dagang Nol Persen yang Jarang Diketahui Publik
Sementara itu, terkait dengan tarif dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat, Jokowi mengungkap fakta menarik yang mungkin belum banyak diketahui masyarakat luas. "Yang kedua mengenai tarif, beliau juga jelaskan bahwa tarif itu yang justru lebih banyak itu adalah yang nol persen karena ada 1.800 item komoditi barang yang diberikan bebas tarif nol persen. Ini yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat," papar Jokowi.
Peluang Meningkatkan Surplus Dagang dengan Amerika Serikat
Lebih lanjut, Jokowi menambahkan bahwa kebijakan tarif ini memiliki peran penting dalam meningkatkan ekspor Indonesia ke Amerika Serikat. "Kemudian pentingnya tarif bagi kita ya agar ekspor kita ke Amerika semakin banyak karena kita dengan Amerika sudah surplus seingat saya kurang lebih USD 18 miliar. Saya kira ini sebuah angka yang sangat besar yang itu bisa kita tingkatkan lagi surplusnya," lanjut dia. Dengan adanya 1.800 komoditas yang mendapatkan tarif bebas nol persen, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan internasional.
Pertemuan ini menandai upaya Prabowo untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk mantan pemimpin dan tokoh politik, dalam membahas isu-isu strategis nasional dan global. Diskusi semacam ini dianggap penting untuk menjaga konsistensi kebijakan dan memperkuat persatuan nasional di tengah dinamika politik yang terus berkembang.



