JK Tampilkan Chat WA Tolak Pertemuan Rismon dan Roy Suryo: Ingin Netral
JK Tampilkan Chat WA Tolak Pertemuan Rismon dan Roy Suryo

JK Tampilkan Bukti Chat WhatsApp Tolak Pertemuan dengan Rismon dan Roy Suryo

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla, secara terbuka mengungkapkan penolakannya terhadap permintaan pertemuan dari Rismon Hasiholan Sianipar dan Roy Suryo. Dalam konferensi pers di kediamannya di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, pada Sabtu (18/4/2026), JK bahkan memperlihatkan pesan WhatsApp sebagai bukti konkret dari penolakan tersebut.

Alasan Netralitas di Balik Penolakan

JK menjelaskan bahwa Rismon Sianipar, pelapor kasus ijazah palsu Presiden Joko Widodo, ingin bertemu dengannya bersama tujuh orang lainnya untuk menyerahkan buku berjudul Gibran EndGame. Namun, JK dengan tegas menolak permintaan ini. "Si Rismon mau ketemu saya dengan tujuh orang. Saya tidak terima, mana lihatin," ujarnya. Ia menegaskan bahwa penolakan ini dilakukan demi menjaga posisi netralnya di tengah polemik yang sedang berkembang.

Selain Rismon, JK juga menyebut bahwa Roy Suryo sempat mengajukan permintaan pertemuan, yang juga ditolak. "Minta waktu nanti ditampilkan WA-nya. Oleh temannya yang, saya tolak. Roy Suryo mau ketemu, saya tolak. Demi saya mau netral," tegas JK. Ia menambahkan bahwa Rismon berencana menemuinya dengan ditemani beberapa orang untuk menyerahkan buku tersebut, namun JK memilih untuk tidak terlibat dalam urusan ini.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Bantahan Terhadap Tudingan Aliran Dana

Dalam kesempatan yang sama, JK juga menanggapi berbagai tudingan yang dialamatkan kepadanya terkait isu yang berkembang. Ia menyatakan bahwa tidak hanya dirinya, tetapi sejumlah tokoh lain seperti Puan Maharani dan Susilo Bambang Yudhoyono juga ikut diseret dalam polemik ini. "Tapi ini soal Rismon itu sudah melibatkan semua orang. Dituduh lah saya, dituduh Puan, dituduh SBY, dituduh siapa. Itu pengalihan saja," sebutnya.

JK dengan keras membantah tudingan bahwa ia menerima aliran dana, termasuk isu pemberian Rp5 miliar. "Ya sama lah. Kenapa? Apalagi saya, dituduh kasih Rp5 M. Mana saya kasih Rp5 M? Ketemu saja tidak tahu saya. Kenal pun tidak. Ini buktinya. WA-nya. Tidak, Jangan terima. Bilang ini, tidak. Bilang lagi ke bohir-bohirnya, mau menemui saya? Tidak mau saya. Kenapa tiba-tiba sensitif sekali, saya katakan, saya seniornya (Jokowi)," pungkas JK. Pernyataan ini menegaskan komitmennya untuk tidak terlibat dalam kontroversi yang dianggapnya sebagai upaya pengalihan isu.

Konferensi pers ini menjadi momen penting di mana JK menunjukkan transparansi melalui bukti digital, sekaligus menegaskan posisinya yang ingin tetap netral dalam dinamika politik yang memanas. Penolakan pertemuan dengan Rismon Sianipar dan Roy Suryo mencerminkan upayanya untuk menghindari keterlibatan langsung dalam polemik yang berpotensi memecah belah.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga