JK Pamer Foto Jokowi Berbaju Kotak-kotak: Dia Jadi Presiden Karena Saya
JK: Jokowi Jadi Presiden Karena Saya, Pamer Foto Baju Kotak-kotak

JK Pamer Foto Jokowi Berbaju Kotak-kotak: Dia Jadi Presiden Karena Saya

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla, dengan tegas menyatakan peran sentralnya dalam perjalanan politik Joko Widodo, mulai dari membawanya ke Jakarta hingga mencapai kursi kepresidenan. Pernyataan ini disampaikan JK di tengah hiruk-pikuk polemik isu ijazah Jokowi yang turut menyentuh namanya. Ia secara keras membantah tudingan sebagai pihak yang mendanai atau mendukung penyebaran isu tersebut.

Klaim Peran Kunci dalam Karier Politik Jokowi

Dalam konferensi pers yang digelar di kediamannya di Jakarta Selatan pada Sabtu, 18 April 2026, JK dengan lantang mengungkapkan kontribusinya. "Siapa yang bawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang bawa ke Jakarta dari Solo untuk jadi Gubernur. Saya bawa," tegasnya. Ia melanjutkan, "Apa kurangnya saya coba? Saya bawa ke Jakarta. Kasih tahu semua itu termul-termul itu, Jokowi jadi Presiden karena saya." Pernyataan ini menegaskan keyakinannya bahwa tanpa campur tangannya, Jokowi mungkin tidak akan pernah melangkah ke panggung politik nasional.

Proses Pendekatan ke Megawati dan Awal Mula di Jakarta

JK juga mengisahkan bagaimana dirinya berperan aktif dalam meyakinkan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, untuk mencalonkan Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta. "Saya (datang) ke Ibu Mega, 'Ibu ini ada calon baik orang PDIP', (Mega jawab) 'Ah jangan'. Saya datang lagi, akhirnya beliau setuju jadilah Gubernur. Itu pun saya kasih tahu dia. Sehingga waktu dia menang jadi Gubernur, setelah ke Ibu Mega datang sama saya ucapan terima kasih," tuturnya. Menurut JK, jabatan Gubernur DKI Jakarta ini menjadi titik awal yang krusial bagi Jokowi untuk kemudian melesat ke kancah politik yang lebih tinggi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pamer Foto dan Penegasan di Tengah Polemik Ijazah

Di tengah pembicaraan, JK menunjukkan foto Jokowi saat kampanye Pilpres, mengenakan kemeja kotak-kotak yang ikonik. "Boleh tanya sama beliau, kasih lihat foto ini. Itu masih pakai baju kotak-kotaknya. Mengerti? Jadi jangan macam-macam itu hoaks-hoaks itu bahwa saya yang bantu, saya yang bawa," ujarnya. Foto ini digunakan sebagai bukti visual untuk memperkuat klaimnya sekaligus menangkis berbagai rumor yang beredar.

JK juga mengungkapkan bahwa dalam Pilpres 2014, Megawati memintanya mendampingi Jokowi sebagai calon wakil presiden karena menilai Jokowi masih kurang berpengalaman. "Ibu Mega bilang jangan, Pak Jusuf dampingi. Saya tidak mau teken kalau bukan Pak Jusuf. Ya bukan saya minta, bukan. Ibu Mega yang minta sama saya agar dampingi karena beliau (Jokowi) tidak berpengalaman. Mengerti? Jadi jangan coba. Minta maaf ya, kasih tahu semua itu buzer-buzer itu. Dia tidak jadi Gubernur kalau bukan saya," tegasnya dengan nada yang cukup keras.

Sikap Terkait Polemik Ijazah Jokowi

Mengenai polemik ijazah yang terus menghangat, JK menegaskan bahwa dirinya hanya memberikan saran agar Jokowi menunjukkan ijazah asli kepada publik untuk mengakhiri perdebatan yang berkepanjangan. Ia menyatakan keyakinannya bahwa ijazah tersebut asli dan tidak memiliki keraguan sedikitpun. "Sensitif sekali itu ijazah. Kenapa sih? Dan saya yakin itu asli, kenapa tidak dikasih lihat? Kenapa tidak dikasih lihat? Membiarkan masyarakat berkelahi sendiri, saling memaki masyarakat dua tahun," pungkasnya dengan nada prihatin.

Konferensi pers ini menjadi momen penting di mana JK tidak hanya membantah keterlibatan dalam isu ijazah, tetapi juga secara terbuka memamerkan peran historisnya dalam membentuk karier politik Jokowi. Dengan menunjukkan foto dan menceritakan detail peristiwa, ia berusaha mengukuhkan posisinya sekaligus menepis berbagai spekulasi yang beredar di masyarakat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga