HNW Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel Usai Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon
HNW Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel Usai Gugurnya TNI

HNW Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel Usai Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan lima lainnya yang terluka dalam misi perdamaian di Lebanon Selatan. Insiden tragis ini terjadi akibat serangan Israel yang dinilai membabi buta dan melanggar hukum internasional.

Desakan untuk Penghargaan dan Evaluasi Keamanan

HNW meminta pemerintah memberikan penghargaan berupa gelar Pahlawan Perdamaian kepada para korban, serta bantuan komprehensif bagi keluarga yang ditinggalkan. Selain itu, ia mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan penarikan pasukan TNI dari Lebanon Selatan, mengingat kondisi yang dinilai tidak lagi aman bagi pasukan penjaga perdamaian.

Seruan untuk Tindakan Tegas PBB

HNW mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar tidak hanya berhenti pada kecaman keras. Ia meminta segera digelar sidang darurat Dewan Keamanan (DK) PBB, seperti yang telah diusulkan Prancis, untuk membahas pelanggaran oleh Israel. Menurutnya, PBB perlu mengambil langkah tegas dengan menjatuhkan sanksi, termasuk mempertimbangkan pembekuan keanggotaan Israel.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Ia juga mengingatkan Amerika Serikat agar tidak kembali menggunakan hak veto dalam keputusan DK PBB. Menurut HNW, serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian bertentangan dengan upaya menciptakan perdamaian global yang selama ini digaungkan.

Pernyataan Resmi dan Harapan Kolaborasi

Dalam keterangan tertulis pada Kamis (2/4/2026), HNW menyatakan, "Kami sangat berduka atas gugur dan terlukanya sejumlah prajurit TNI yang melaksanakan perintah konstitusi Indonesia dalam menjaga perdamaian di Lebanon yang juga sesuai dengan misi yang diamanatkan oleh PBB. Semoga Allah SWT menerima mereka sebagai syuhada dan negara mengapresiasi pengorbanan mereka."

HNW menyampaikan harapannya agar Pemerintah Indonesia berkolaborasi mendukung langkah Prancis. Ia mendorong pemerintah melobi negara-negara anggota tetap DK PBB agar serangan Israel terhadap prajurit TNI segera dibahas dalam sidang darurat.

Kritik terhadap Dewan Perdamaian dan Opsi Masa Depan

HNW juga berharap tindakan Israel yang terus memperluas konflik dapat menjadi pertimbangan bagi Pemerintah Indonesia untuk mengevaluasi keanggotaannya dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) bentukan Amerika Serikat. Menurutnya, keikutsertaan Indonesia dalam forum tersebut perlu dikaji ulang, mengingat Israel yang dinilai tidak menunjukkan komitmen terhadap perdamaian justru turut menjadi bagian di dalamnya.

Ia menyatakan, "Dengan perilaku Israel yang antiperdamaian tapi tetap dibiarkan, maka Dewan Perdamaian semakin tidak memiliki legitimasi secara moral." HNW menambahkan bahwa Indonesia sudah sepatutnya mempertimbangkan untuk menarik diri dari Dewan Perdamaian yang dinilai tidak mampu menghadirkan perdamaian.

Evaluasi Pengiriman Pasukan ke Gaza

Terakhir, HNW menilai opsi pengiriman pasukan ke Gaza perlu dikaji ulang agar prajurit TNI tidak kembali menjadi korban. Langkah ini juga diharapkan tidak semakin menjauhkan upaya mewujudkan perdamaian dan kemerdekaan Palestina. Seruan ini menegaskan komitmen HNW untuk melindungi nyawa prajurit Indonesia sambil mendorong perdamaian internasional yang adil.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga