HNW Desak OKI Ambil Aksi Nyata Atas Penutupan Masjid Al Aqsa oleh Israel
HNW Desak OKI Ambil Aksi Nyata untuk Masjid Al Aqsa

HNW Serukan Aksi Konkret OKI untuk Selamatkan Masjid Al Aqsa dari Penutupan Israel

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), M Hidayat Nur Wahid (HNW), menyuarakan keprihatinan mendalam atas penutupan Masjid Al Aqsa oleh Israel yang telah berlangsung selama sebelas hari hingga akhir bulan Ramadan. Dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (12/3/2026), HNW menegaskan bahwa situasi ini mengancam eksistensi kiblat pertama umat Islam dan memerlukan respons serius dari Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Desakan untuk Langkah Nyata dan Efektif

HNW menekankan bahwa OKI, yang didirikan dengan latar belakang untuk menyelamatkan Masjid Al Aqsa, harus segera bertindak melebihi sekadar pernyataan penolakan. "OKI perlu mengaktifkan semua organ dan kewenangannya untuk mengkoordinir negara-negara anggota dalam aksi nyata dan efektif," ujarnya. Ia memperingatkan bahwa jika dibiarkan, penutupan ini dapat menghalangi umat Islam melaksanakan sholat Idul Fitri di masjid tersebut, memperparah ketegangan di Timur Tengah.

Peran Penting Organ-Organ OKI

HNW mengidentifikasi beberapa organ OKI yang perlu dioptimalkan untuk mengakhiri krisis ini:

  • Islamic Summit: Sebagai pengambil keputusan tertinggi, HNW mendesak Sekjen OKI atau anggota seperti Indonesia untuk mengusulkan penyelenggaraan Islamic Summit Luar Biasa guna membahas langkah konkret.
  • Dewan Menteri Luar Negeri OKI (CFM): Jika Islamic Summit belum memungkinkan, pertemuan CFM dapat menjadi opsi untuk mengambil keputusan politik dan hukum internasional yang lebih tegas.
  • Komite Al Quds: Dibentuk berdasarkan Piagam OKI, komite ini perlu dimaksimalkan kembali perannya dalam menjaga dan menyelamatkan Masjid Al Aqsa.
  • Sekretaris Jenderal OKI: Diperlukan untuk mempromosikan komunikasi antarnegara anggota dan memastikan organ-organ OKI berjalan sesuai tujuan.

Dukungan untuk Gerakan Tanpa Kekerasan

HNW juga menyoroti gerakan yang mendorong warga Palestina berbondong-bondong ke Masjid Al Aqsa untuk memakmurkannya di bulan Ramadan, seperti melalui Tarawih dan Itikaf. "Gerakan tanpa kekerasan ini dilindungi hak asasi manusia, terutama hak untuk beribadah," tegasnya. Ia berharap OKI dapat bersatu dan menjadi pintu dialog efektif untuk mengakhiri konflik, mencegah adu domba, dan memulihkan kepercayaan umat Islam bahwa penyelamatan Masjid Al Aqsa masih diupayakan.