Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, mengungkapkan bahwa usulan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold yang diberlakukan secara berjenjang merupakan upaya untuk mencapai titik temu antara dua kepentingan utama dalam sistem pemilu. Hal ini disampaikan Doli di Jakarta pada Jumat, 24 April 2026.
Dua Unsur yang Harus Seimbang
Menurut Doli, penetapan angka ambang batas harus mempertimbangkan dua unsur yang perlu dijaga keseimbangannya. Pertama, unsur representativeness, yaitu bagaimana sistem pemilu tetap menjaga keterwakilan rakyat yang kuat. "Semaksimal mungkin kita harus menempatkan suara rakyat benar-benar bermakna dan memenuhi prinsip satu orang, satu suara, satu nilai (one person, one vote, one value)," ujar Doli.
Kedua, unsur governability, yaitu bagaimana pasca pemilu, pemerintahan dapat berjalan dengan baik. Untuk itu diperlukan parlemen yang multipartai namun sederhana. Doli menekankan perlunya stabilitas politik melalui konsolidasi kekuatan politik yang tidak rumit, terutama karena Indonesia menganut sistem presidensial yang membutuhkan dukungan parlemen multipartai sederhana.
Angka Ideal 4-6 Persen
Doli menilai angka 4 hingga 6 persen adalah angka yang ideal untuk ambang batas parlemen. Namun, ia menegaskan bahwa penerapannya tidak hanya untuk DPR RI, melainkan juga untuk DPRD provinsi dan kabupaten/kota secara berjenjang. "Misalnya 5 persen untuk DPR RI, 4 persen untuk DPRD provinsi, dan 3 persen untuk DPRD kabupaten/kota," imbuhnya.
Usulan NasDem
Sebelumnya, Ketua Komisi II DPR dari Fraksi NasDem, Rifqinizamy Karsayuda, juga mengusulkan adanya ambang batas DPRD di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Selama ini, penghitungan kursi DPRD dilakukan tanpa ambang batas, sehingga partai dengan suara nasional di bawah 4 persen masih bisa mendapatkan kursi legislatif di daerah.
Rifqinizamy berpendapat bahwa penerapan ambang batas akan melembagakan partai politik. "Institusionalisasi partai politik tercermin dari kuatnya akar struktur partai dan signifikannya suara partai dalam pemilu," katanya. Ia juga mengusulkan beberapa formula untuk ambang batas tersebut.



