Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M Sarmuji, menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut sosok pemimpin yang menghasut kerusuhan sebagai pengkhianat. Menurut Sarmuji, ucapan tersebut merupakan sebuah peringatan atau warning bagi semua pihak.
"Ya itu warning ya. Warning jangan sampai kita mengulangi kesalahan yang terdahulu," kata Sarmuji di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/7/2026).
Pentingnya Mengelola Kepuasan dan Ketidakpuasan
Sarmuji mengingatkan bahwa urusan kepuasan dan ketidakpuasan masyarakat harus dikelola dengan baik. Ia menekankan bahwa kepuasan yang berlebihan dapat membuat seseorang menjadi fanatik buta.
"Semua harus belajar. Jangan sampai kepuasan seseorang menjadikan seorang fanatik buta," tuturnya.
Namun, Sarmuji juga menegaskan bahwa ketidakpuasan jangan sampai menimbulkan anarki atau kerusuhan. Ia kembali menegaskan bahwa apa yang disampaikan Prabowo adalah peringatan untuk semua elemen bangsa.
"Tapi ketidakpuasan jangan juga menjadikan seseorang menjadi anarki, iri dengki yang kemudian merusak tatanan kenegaraan kita. Jadi itu semua adalah warning dari Presiden," tuturnya.
Pernyataan Prabowo tentang Pemimpin Pengkhianat
Sebelumnya, dalam puncak Hari Koperasi Nasional di Indonesia Arena, GBK, Jakarta, Minggu (12/7), Prabowo menekankan bahwa perbedaan partai di Indonesia tidak masalah. Namun, ia mengungkit adanya pihak yang menganjurkan gerakan 'bakar-bakar' di republik ini.
"Berbeda partai tidak ada masalah. Tiap sekian tahun kita bertanding dengan baik. Nggak ada masalah," kata Prabowo dalam sambutannya.
Ia menyebut siapa pun pemenang akan didukung. Prabowo mengungkit pihak yang kalah jangan justru menganjurkan untuk bakar-bakar.
"Siapa yang menang, monggo. Jangan kalau kalah mau bakar-bakar, itu bangsa apa itu? Pemimpin yang menganjurkan bakar-bakar di republik ini, itu adalah pemimpin pengkhianat, saudara-saudara sekalian," ujar Prabowo.
Dampak Pernyataan Prabowo
Pernyataan Prabowo tersebut menuai beragam tanggapan. Golkar menilai hal ini sebagai peringatan agar tidak terjadi pengulangan kesalahan masa lalu. Sarmuji berharap semua pihak dapat mengambil pelajaran dari pernyataan tersebut dan menjaga stabilitas negara.



