Gaya Rambut Putri Kim Jong Un Dilarang, Tiru Bisa Kena Kerja Paksa
Gaya Rambut Putri Kim Jong Un Dilarang, Tiru Kena Hukuman

Gaya Rambut Putri Kim Jong Un Dilarang, Tiru Bisa Kena Kerja Paksa

Pemerintah Korea Utara baru-baru ini mengeluarkan undang-undang baru yang melarang warganya meniru gaya rambut Kim Ju Ae, putri pemimpin Kim Jong Un yang kini memasuki usia remaja. Aturan ini menargetkan gaya rambut yang dikenal sebagai 'ayam jantan', yang menjadi ciri khas sang putri.

Hukuman Berat Bagi Pelanggar

Berdasarkan undang-undang tersebut, siapa pun yang ketahuan meniru gaya rambut ini akan langsung mendapat hukuman. Hukuman itu bervariasi, mulai dari pemotongan rambut paksa hingga menjalani kerja paksa selama enam bulan. Selain itu, pelanggar juga bisa dikenakan pendidikan ulang ideologis di penjara sebagai bentuk pembinaan.

Pihak berwenang Korea Utara disebut telah menyelenggarakan kuliah video untuk penduduk setempat. Dalam sesi tersebut, mereka secara resmi memberitahu masyarakat bahwa 'gaya rambut ayam jantan' dilarang keras untuk ditiru. Langkah ini dianggap sebagai upaya untuk menjaga citra dan otoritas keluarga pemimpin.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Implikasi Sosial dan Politik

Larangan ini mencerminkan kontrol ketat pemerintah Korea Utara terhadap kehidupan sehari-hari warganya, termasuk aspek personal seperti gaya rambut. Kim Ju Ae, yang semakin sering muncul di publik, menjadi figur yang pengaruhnya diawasi secara ketat. Aturan baru ini mungkin bertujuan untuk mencegah kultus individu atau penyimpangan dari norma yang ditetapkan negara.

Beberapa analis menilai, larangan ini juga bisa menjadi bagian dari upaya untuk membentuk identitas nasional yang seragam. Di Korea Utara, kepatuhan terhadap aturan negara sering kali dikaitkan dengan loyalitas politik. Dengan demikian, meniru gaya rambut putri pemimpin dianggap sebagai tindakan yang bisa mengganggu stabilitas.

Meski demikian, aturan ini menuai kritik dari pengamat internasional yang melihatnya sebagai bentuk represi terhadap kebebasan individu. Namun, di dalam negeri, kepatuhan terhadap undang-undang seperti ini biasanya diterima tanpa banyak protes terbuka.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga