Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) resmi menggelar rapat paripurna ke-18 yang menandai pembukaan masa sidang V tahun 2025-2026. Rapat yang berlangsung pada Selasa, 12 Mei 2026 ini digelar setelah anggota dewan menjalani masa reses selama satu bulan sejak 22 April lalu.
Rapat Dipimpin Puan Maharani
Rapat Paripurna tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani. Berdasarkan data dari Sekretariat Jenderal DPR RI, rapat dihadiri oleh 292 dari total 579 anggota DPR. Sementara itu, sebanyak 287 anggota tercatat tidak hadir atau absen dalam agenda penting ini.
"Menurut catatan dari Sekretariat Jenderal DPR RI, daftar hadir pada permulaan rapat paripurna DPR RI hari ini telah ditandatangani oleh 292 orang anggota dari seluruh fraksi," ujar Puan saat membuka rapat.
Kuorum Tercapai
Meskipun jumlah anggota yang hadir kurang dari setengah total anggota DPR, rapat paripurna tetap dinyatakan memenuhi kuorum. Hal ini dikarenakan kehadiran 292 anggota telah melampaui batas minimal 50 persen dari total anggota yang dipersyaratkan.
Puan menjelaskan bahwa masa sidang V ini akan berlangsung selama kurang lebih dua bulan, dimulai dari 12 Mei hingga 21 Juli mendatang. Dalam periode tersebut, DPR akan menyoroti berbagai isu strategis dan program legislasi.
Isu Ekonomi Global Menjadi Sorotan
Salah satu isu utama yang dibahas dalam rapat paripurna adalah dampak tekanan global terhadap perekonomian nasional. Puan menyoroti beberapa tantangan yang dihadapi Indonesia, antara lain:
- Tekanan terhadap nilai tukar rupiah
- Kenaikan harga energi dan Bahan Bakar Minyak (BBM)
- Meningkatnya biaya logistik dan distribusi
- Tekanan terhadap ketahanan energi nasional akibat gangguan rantai pasok global
"Kita mengalami tekanan terhadap nilai tukar rupiah, kenaikan harga energi dan Bahan Bakar Minyak, meningkatnya biaya logistik dan distribusi, serta tekanan terhadap ketahanan energi nasional akibat terganggunya rantai pasok global," tegas Puan.
Ucapan Dukacita
Dalam kesempatan tersebut, Puan juga menyampaikan rasa dukacita yang mendalam atas sejumlah peristiwa tragis yang terjadi baru-baru ini. Pertama, kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur yang menimbulkan korban jiwa. Kedua, kecelakaan bus di jalan lintas Sumatera, tepatnya di Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan.
Selain itu, Puan turut menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Prajurit TNI, Praka Rico Pramudia, yang meninggal saat menjalankan misi perdamaian PBB di Lebanon. DPR RI memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas pengorbanan putra terbaik bangsa tersebut.
"DPR RI menyampaikan penghormatan dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas pengorbanan para putra terbaik bangsa dalam mengemban tugas mulia sebagai penjaga perdamaian dunia," ucap Puan dengan penuh haru.
Tak hanya itu, Puan juga menyampaikan duka cita atas meninggalnya Anggota Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), Haerul Saleh. Haerul meninggal dunia dalam insiden kebakaran di kediamannya pada Jumat, 8 Mei lalu.
Dengan dimulainya masa sidang V ini, DPR RI berkomitmen untuk terus bekerja keras dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran demi kepentingan rakyat Indonesia.



