Wakil Ketua Komisi X DPR Dorong Standarisasi Lapangan Padel Bising di Jakarta Selatan
DPR Dorong Standarisasi Lapangan Padel Bising di Jaksel

Wakil Ketua Komisi X DPR Soroti Masalah Kebisingan Lapangan Padel di Jakarta Selatan

Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Lalu Hadrian Irfani memberikan tanggapan terkait maraknya pembangunan lapangan padel di berbagai wilayah, termasuk yang menimbulkan keluhan kebisingan dari warga di kawasan Haji Nawi, Cilandak, Jakarta Selatan. Meski menyambut positif tren olahraga ini, ia menekankan pentingnya keselarasan dengan tata ruang dan dampak lingkungan.

Pertumbuhan Olahraga Harus Diimbangi dengan Kenyamanan Lingkungan

"Saya memandang fenomena ini sebagai hal positif karena menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga. Namun, pertumbuhan tersebut tetap harus memperhatikan aspek kenyamanan dan ketertiban lingkungan," tegas Lalu Hadrian dalam keterangan kepada wartawan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Ia mendorong pemerintah daerah untuk memastikan setiap pembangunan lapangan padel memenuhi aturan tata ruang dan analisis dampak lingkungan secara ketat. Standar ambang batas kebisingan juga harus menjadi perhatian utama bagi para pengelola fasilitas olahraga tersebut.

Dorongan untuk Penerapan Solusi Teknis dan Pembatasan Operasional

"Saya mendorong pemerintah daerah untuk memastikan setiap pembangunan lapangan padel memenuhi aturan tata ruang dan analisis dampak lingkungan, termasuk standar ambang batas kebisingan," ujar Lalu Hadrian lebih lanjut.

Ia juga menyarankan agar pengelola dapat mengambil langkah-langkah praktis seperti memasang peredam suara dan membatasi jam operasional lapangan. Tindakan ini diharapkan dapat mengurangi gangguan terhadap warga sekitar yang kerap mengeluhkan kebisingan dari aktivitas olahraga padel.

Keluhan Warga dan Respons Pemerintah Daerah

Seperti diketahui, seorang warga yang tinggal di kawasan Haji Nawi, Jakarta Selatan, telah mengeluhkan kebisingan yang ditimbulkan dari usaha lapangan padel di dekat rumahnya. Keluhan ini sempat ramai dibahas di media sosial Threads pada hari yang sama.

Dalam unggahannya, warga tersebut menyatakan bahwa suara bising dari lapangan padel telah mengganggu aktivitas sehari-hari dirinya dan tetangga sekitar. Ia juga mengaku telah melaporkan keluhan melalui aplikasi JAKI dan kanal resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, termasuk menandai akun Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di media sosial, namun belum mendapatkan respons yang memadai.

Gubernur DKI Jakarta Akan Panggil Stakeholder Terkait

Menanggapi hal ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akhirnya buka suara. Ia menyatakan akan memanggil para pengelola dan stakeholder terkait untuk membahas persoalan kebisingan lapangan padel tersebut dalam waktu dekat.

"Minggu depan saya akan mengundang seluruh stakeholder yang khusus berkaitan dengan izin padel ini. Saya minta dipresentasikan," kata Pramono kepada wartawan di Balai Kota Jakarta.

Pemanggilan ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh perizinan dan operasional usaha padel telah sesuai dengan aturan yang berlaku, termasuk aspek tata ruang, lingkungan, dan kebisingan. Langkah ini diharapkan dapat memberikan solusi yang berkelanjutan bagi perkembangan olahraga padel tanpa mengorbankan kenyamanan warga.