BRCT Gelar Aksi di MK, Tolak Upaya Pelemahan TNI dan Polri
BRCT Aksi di MK Tolak Pelemahan TNI-Polri

BRCT Gelar Aksi di Depan MK, Serukan Perlindungan TNI dan Polri dari Upaya Pelemahan

Barisan Rakyat Cinta TNI (BRCT) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta pada Rabu, 22 April 2026. Aksi ini bertujuan untuk menyuarakan dukungan terhadap Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), sekaligus menolak berbagai upaya yang dinilai melemahkan kedua institusi negara tersebut.

Penolakan terhadap Narasi Pelemahan

Presidium BRCT, Ihsanudin Idi, menyatakan bahwa TNI dan Polri merupakan garda terdepan dalam menjaga kedaulatan bangsa. "Kami menolak segala bentuk upaya yang secara sistematis ingin melemahkan TNI maupun Polri karena hal itu berdampak langsung pada stabilitas nasional," tegas Ihsanudin seperti dilansir dari Antara. Menurutnya, saat ini marak upaya pelemahan TNI melalui berbagai narasi dan cara, sehingga BRCT merasa perlu untuk mengambil tindakan.

Ihsanudin juga memberikan perhatian khusus pada peran MK dalam menjaga konstitusi. "Kami mendorong MK untuk tetap berpegang pada konstitusi dan tidak membuka ruang tafsir hukum yang merugikan kepentingan bangsa," ujarnya. Dia menekankan pentingnya keseimbangan antara supremasi hukum dan stabilitas negara, agar putusan hukum tidak justru menjadi celah untuk melemahkan aparat negara.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pesan Kapolri tentang Soliditas

Sebelum aksi ini, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo telah mengingatkan personel Korps Brigade Mobil (Korbrimob) untuk menjaga soliditas dengan sesama rekan dan mitra seperti TNI. Pesan ini disampaikan dalam Apel Rapat Kerja Teknis Korbrimob Polri di Mako Brimob Polri, Depok, pada Selasa, 21 April 2026.

Kapolri menekankan pentingnya membangun komunikasi yang baik untuk menghadapi dinamika keamanan yang terus terjadi. "Bangun komunikasi yang baik sehingga kemudian di lapangan kita bisa menghadapi masalah-masalah yang ada dengan baik bersama-sama," kata Listyo Sigit. Dia mengaitkan hal ini dengan situasi geopolitik global yang meningkat dan berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurut Kapolri, ketahanan suatu negara sangat ditentukan oleh kemampuan kepolisian dalam menghadapi tantangan dan ancaman dengan cermat. Pesan ini sejalan dengan kekhawatiran BRCT bahwa upaya pelemahan TNI dan Polri dapat mengancam resiliensi nasional.

Dampak dan Implikasi Aksi

Aksi BRCT di depan MK ini menyoroti beberapa poin kritis:

  • Penolakan terhadap upaya pelemahan TNI dan Polri yang dianggap sistematis.
  • Seruan kepada MK untuk konsisten dalam menjalankan tugas konstitusional tanpa merugikan kepentingan bangsa.
  • Pentingnya soliditas antara TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas nasional, seperti ditekankan oleh Kapolri.

Dengan aksi ini, BRCT berharap dapat meningkatkan kesadaran publik tentang perlunya melindungi institusi pertahanan dan keamanan negara dari berbagai ancaman, baik internal maupun eksternal. Mereka mendesak semua pihak untuk mendukung upaya menjaga kedaulatan dan stabilitas Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga