Bahlil Minta Golkar Solid Hadapi Pemilu 2029, Hindari Politik Kepiting
Bahlil Minta Golkar Solid Hadapi 2029, Hindari Politik Kepiting

Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, meminta seluruh kader partai untuk tetap solid menghadapi tahun politik Pemilihan Umum 2029. Dalam pidatonya di Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) MKGR di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (11/7/2026), Bahlil mengingatkan agar Golkar tidak terjebak dalam praktik politik kepiting yang justru dapat merusak partai.

Apa Itu Politik Kepiting?

Bahlil menjelaskan metafora politik kepiting sebagai perilaku saling menjatuhkan antar kader. "Tau kepiting? Satu naik, ramai-ramai kasih turun atau tunggu di tikungan. Kalau seperti itu kapan partai kita besar? Enggak bisa," ujarnya. Ia menegaskan tidak ada partai yang bisa bertahan tanpa kekompakan dan konsolidasi. "Tidak ada partai yang survive tanpa kekompakan, tanpa kesolidan. Makanya tidak ada juga partai yang survive di dunia ini tanpa ada konsolidasi. Dan ini adalah bagian daripada konsolidasi," tambah Bahlil.

Target Kursi DPR Meningkat

Bahlil membeberkan target Golkar ke depan. Saat ini, Golkar memiliki 102 kursi DPR RI. Ia menginginkan jumlah tersebut meningkat pada pemilu mendatang. Untuk mencapai target itu, seluruh kader diminta kompak dan fokus pada konsolidasi. "Kita harus tetap kompak, melakukan konsolidasi dan seluruh kekuatan dan energi positif. Kita harus rapikan untuk menyongsong Pileg di tahun 2029," ucapnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Golkar Milik Seluruh Rakyat

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil menegaskan bahwa Partai Golkar bukan milik satu atau dua orang, melainkan milik seluruh rakyat Indonesia. "Golkar ini yang punya ya rakyat. Karena itu di Golkar tidak pernah ada persoalan-persoalan dikotomi. Tidak perlu mempertentangkan antara kau dari mana dan saya dari mana," kata Bahlil. Ia menekankan Golkar adalah partai inklusif, bukan eksklusif. "Golkar adalah partai yang inklusif. Golkar bukan partai yang eksklusif. Golkar bukan partai yang dimiliki oleh satu kelompok orang tertentu, dan Golkar juga bukan dimiliki oleh keluarga tertentu. Tetapi pemilik saham Partai Golkar adalah seluruh rakyat Indonesia yang menjadi kader Partai Golkar," sambungnya.

Dukung Penuh Pemerintahan Prabowo-Gibran

Meski mempersiapkan diri untuk Pemilu 2029, Bahlil mengingatkan kader untuk tetap mendukung pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka hingga selesai pada 2029. "Kita mendukung pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Mas Gibran sampai selesai. Ini adalah sebuah konsekuensi daripada partai politik yang mengusung, memperjuangkan, dan memenangkan, sekaligus mengawal dalam rangka menyukseskan program Prabowo-Gibran," jelas Bahlil yang juga menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga