Anutin Charnvirakul Kembali Terpilih Jadi PM Thailand, Miliarder dengan Gaya Populis
Anutin Terpilih Lagi Jadi PM Thailand, Miliarder Populis

Anutin Charnvirakul Kembali Terpilih Jadi Perdana Menteri Thailand

Anutin Charnvirakul, seorang miliarder dan politikus konservatif, telah terpilih kembali sebagai Perdana Menteri Thailand berdasarkan hasil pemilihan terbaru di parlemen. Pemilihan ini terjadi setelah kemenangan mengejutkan partainya dalam pemilu bulan Februari lalu, di mana ia meraih suara melebihi ambang batas 250 suara yang diperlukan.

Profil dan Pendekatan Populis Anutin

Anutin, yang berusia 59 tahun, adalah keturunan dinasti perusahaan konstruksi Sino-Thai Engineering dan seorang pilot jet amatir. Ia dikenal luas karena memperjuangkan dekriminalisasi ganja di Thailand dan menampilkan diri sebagai sosok yang dekat dengan rakyat. Gaya hidupnya yang sederhana, seperti menyukai makanan jalanan dan tampil di media sosial dengan kaos dan celana pendek sambil memasak atau memainkan musik pop Thailand tahun 1980-an, telah diterima baik oleh para pemilih.

Pendekatan ini membuatnya dipandang sebagai figur yang efektif dan mandiri, berbeda dari pewaris elit lainnya. Di sisi lain, ia juga setia pada tatanan sosial tradisional Thailand, yang beresonansi dengan masyarakat yang masih sebagian besar konservatif.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Latar Belakang Politik dan Kekayaan Keluarga

Perjalanan politik Anutin telah lama terkait dengan keluarga Shinawatra, baik sebagai sekutu maupun saingan. Ia pertama kali menjadi perdana menteri pada September 2025 setelah pendahulunya, Paetongtarn Shinawatra, digulingkan oleh perintah pengadilan. Kekayaan keluarganya berpusat pada perusahaan konstruksi yang telah mendapatkan kontrak pemerintah menguntungkan selama beberapa dekade, termasuk untuk bandara utama Bangkok dan gedung parlemen.

Ayah Anutin pernah menjabat sebagai perdana menteri sementara selama krisis politik tahun 2008 dan kemudian sebagai menteri dalam negeri. Anutin sendiri adalah lulusan insinyur industri dari New York dan pernah bergabung dengan partai Thaksin Shinawatra sebelum dilarang berpolitik selama lima tahun.

Kebijakan dan Isu Nasionalisme

Kemenangan Anutin dalam pemilu bulan lalu didorong oleh gelombang patriotisme yang muncul dari konflik perbatasan dengan Kamboja, yang menewaskan puluhan orang dan menyebabkan lebih dari satu juta pengungsi tahun lalu. Ia secara terbuka menyatakan bahwa "Nasionalisme ada di hati setiap orang di Partai Bhumjaithai", merujuk pada warna biru partainya yang serupa dengan bendera nasional Thailand.

Segera setelah menjabat, Anutin memberi wewenang kepada angkatan bersenjata untuk mengambil tindakan di perbatasan tanpa konsultasi terlebih dahulu dengan pemerintah, sebagai respons terhadap ketegangan dengan Kamboja. Militer Thailand berhasil menguasai beberapa wilayah sengketa dalam pertempuran Desember lalu sebelum gencatan senjata diberlakukan.

Kontribusi dan Aset Pribadi

Selain karier politik, Anutin dikenal sebagai filantropis yang menggunakan pesawat pribadinya untuk mengantarkan organ donor ke rumah sakit. Asetnya yang dinyatakan per Desember termasuk tiga pesawat senilai lebih dari $21 juta, dua perahu, mobil mewah, dan jimat senilai sekitar $2,8 juta.

Sebagai menteri kesehatan di bawah pemerintahan yang dipimpin militer, ia mengelola respons pandemi Thailand dan menepati janji kampanye untuk melegalkan ganja pada tahun 2022, dalam upaya merangsang perekonomian. Tiga bulan setelah menjabat sebagai perdana menteri tahun lalu, ia membubarkan parlemen dan menyerukan pemilihan umum, sebuah langkah berisiko yang akhirnya membuahkan hasil positif.

Menjelang pemungutan suara parlemen, Anutin menyatakan harapannya untuk tetap melayani rakyat selama ia mampu. Dengan kombinasi pendekatan populis, kebijakan nasionalis, dan latar belakang bisnis yang kuat, Anutin Charnvirakul terus memperkuat posisinya dalam peta politik Thailand.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga