AHY Minta Antisipasi Dampak Serangan Israel-AS ke Iran, Khawatirkan Gangguan Penerbangan
AHY Antisipasi Dampak Serangan Israel-AS ke Iran

AHY Minta Antisipasi Dampak Serangan Israel-AS ke Iran, Khawatirkan Gangguan Penerbangan

Pemerintah Indonesia, melalui Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, menyerukan antisipasi terhadap dampak serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran. AHY berharap konflik ini tidak membawa dampak serius bagi Indonesia, terutama dalam sektor penerbangan dan ekonomi.

Kekhawatiran Utama Pemerintah Indonesia

Dalam pernyataannya di Jakarta pada Sabtu, 28 Februari 2026, AHY menekankan pentingnya mitigasi risiko. "Kita tetap mengantisipasi. Saya rasa ini sesuatu yang memang harus bisa kita mitigasi, termasuk mudah-mudahan tidak terlalu mengganggu penerbangan," ujarnya. Dia menjelaskan bahwa maskapai penerbangan global akan menghitung ulang faktor keselamatan penumpang karena lintasan perang yang tidak terprediksi, terutama dengan penggunaan misil jarak jauh.

Dampak Ekonomi dan Kemanusiaan

AHY juga mengungkapkan harapannya agar persoalan geopolitik ini segera berakhir. Jika tidak, konflik dapat menyebabkan tragedi kemanusiaan, masalah keamanan, dan tantangan ekonomi dunia, termasuk di kawasan Asia Tenggara. "Sekali lagi kita berharap ini bisa segera berakhir ya. Karena memang ini akan mengakibatkan bukan hanya tragedi kemanusiaan, tetapi juga akan menyebabkan berbagai tantangan yang berat di sektor ekonomi, termasuk energi dunia," jelasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Prediksi Harga Emas Meningkat Tajam

Analis komoditas Ibrahim Assuaibi memprediksi bahwa harga emas dunia bisa menembus USD 6.000 per troy ounce pada Maret 2026 jika konflik Timur Tengah terus memanas. Kombinasi faktor geopolitik dan moneter, seperti eskalasi perang antara Israel dan Iran yang melibatkan AS, meningkatkan ketidakpastian global dan mendorong investor mencari aset safe haven seperti emas.

"Kalau perang ini masih terus bercamuk, kemungkinan besar level USD 6.000 per troy ounce bisa tercapai di bulan Maret," ujar Ibrahim. Selain konflik, ketegangan perang dagang dan kebijakan suku bunga Federal Reserve AS juga menjadi faktor penguat. Jika suku bunga diturunkan lebih agresif pada 2026, emas diprediksi naik karena pelemahan dolar dan peningkatan likuiditas.

Dampak di Dalam Negeri

Dalam jangka pendek, Ibrahim memperkirakan harga emas dunia bisa melonjak ke level USD 5.500 per troy ounce. Dampaknya juga terasa di Indonesia, dengan pelemahan nilai tukar rupiah yang berpotensi mendekati Rp 17.000 per dolar AS. Hal ini dapat mendorong harga emas batangan di dalam negeri menembus Rp 3.500.000 per gram pada Maret.

"Fundamental inilah yang mempengaruhi harga emas dunia maupun logam mulia. Kombinasi perang, perang dagang, dan kebijakan suku bunga akan membuat harga emas terus naik," tegas Ibrahim. Dengan demikian, antisipasi pemerintah terhadap dampak konflik ini menjadi krusial untuk melindungi stabilitas nasional.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga