Gerakan 'Kecoak' yang bermula dari kritik Ketua Mahkamah Agung India terhadap kaum muda kini semakin meluas. Halaman Instagram 'Cockroach Janata Party' (Partai Rakyat Kecoak) mencatat lonjakan pengikut dari satu juta menjadi lebih dari empat juta dalam hitungan jam pada Selasa (19/5/2026) malam.
Asal-usul Gerakan
Gerakan ini bermula pada 15 Mei 2026, ketika Ketua Mahkamah Agung India menyamakan sebagian kaum muda dengan parasit dan kecoak saat membahas ijazah palsu dalam persidangan. Ia mengatakan, "Ada anak-anak muda seperti kecoak yang tidak mendapatkan pekerjaan... beberapa dari mereka menjadi media, beberapa menjadi media sosial, beberapa aktivis RTI (Keterbukaan Informasi Publik), dan mereka mulai menyerang semua orang."
Abhijeet Dipke, pendiri dan ketua Partai Cockroach Janata, kemudian melontarkan pertanyaan, "Bagaimana jika semua kecoak bersatu?" Di Instagram dan X, pengguna mulai membagikan meme yang menyebut diri mereka sebagai kecoak. Anggota partai oposisi India dan mantan pegawai negeri juga menyatakan keinginan untuk bergabung secara daring.
Dukungan Mengalir dan Rencana ke Depan
Dukungan terus mengalir meski awalnya hanya lelucon internet. Hal ini mengingatkan banyak orang pada gerakan perlawanan Generasi Z yang berhasil menggulingkan pemerintahan di Nepal dan Bangladesh. Namun, Dipke tidak memiliki rencana semacam itu. Dalam sebuah postingan pada Selasa (19/5), ia menulis, "Izinkan saya untuk menegaskan hal ini. Jangan menghina atau meremehkan Generasi Z di India dengan membuat perbandingan semacam itu. Kaum muda di negara ini jauh lebih matang, sadar, dan memiliki kesadaran politik yang lebih tinggi daripada apa yang diperkirakan banyak orang. Mereka memahami hak-hak konstitusional mereka dan akan menyuarakan ketidaksetujuan mereka melalui cara-cara damai dan demokratis."
Gerakan ini sedang merencanakan konferensi virtual pertamanya untuk lebih dari 350.000 anggota yang mendaftar.
Upaya Peretasan dan Sindiran Politik
Dipke dan anggota partai melaporkan beberapa upaya peretasan terhadap akun Instagram partai. Menanggapi hal tersebut, Dipke memposting reel yang menuduh seorang 'vishwaguru' atau 'pemimpin global' yang merasa takut terhadap pemuda berusia 20 hingga 21 tahun. Ini adalah sindiran terhadap Perdana Menteri India Modi, yang sering menyebut India sebagai 'vishwaguru' di bawah pemerintahannya dan partainya, Partai Bharatiya Janata (BJP).
Upaya peretasan itu direspons dengan postingan foto bertuliskan, "BJP takut pada kecoak?" Partai BJP yang berkuasa belum menanggapi pembentukan dan gerakan kelompok satir tersebut.
Pandangan Pendiri Partai
Pendiri Partai Cockroach Janata, Abhijeet Dipke, mengatakan kepada DW bahwa meskipun gerakan ini bermula dari satu ide, kini gerakan tersebut "bukan lagi satir atau lelucon." Ia menegaskan, "Ini menjadi sangat serius." Dalam interaksinya dengan pemuda India lainnya, Dipke kerap mendengar rasa frustrasi dan putus asa terhadap sistem politik India.
"Sekarang ada platform bagi kami. Ada tempat menyalurkan kemarahan kami. Saya merasa ini bukan sesuatu yang terjadi tiba-tiba, dan tidak hanya ditujukan kepada Ketua Mahkamah Agung India," katanya. "Saya pikir ini lebih tentang skenario politik secara keseluruhan, situasi politik di mana selama bertahun-tahun orang-orang takut berbicara untuk menentang kekuasaan. Sekarang mereka akhirnya menemukan tempat untuk melampiaskan kemarahan mereka," tambah Dipke.



