Presiden Rumania Nicusor Dan secara resmi menunjuk Adrian Vestea sebagai perdana menteri baru untuk membentuk pemerintahan. Langkah ini diambil setelah calon sebelumnya, Eugen Tomac, mengundurkan diri karena tidak mampu memperoleh dukungan yang cukup dari partai-partai politik.
Penunjukan Adrian Vestea
Dilansir dari AFP pada Minggu (14/6/2026), Presiden Rumania memberikan mandat kepada politisi berusia 52 tahun tersebut, yang juga berasal dari Partai Liberal, untuk memimpin pemerintahan berikutnya. Sebelumnya, seorang teknokrat dari anggota Parlemen Eropa, Eugen Tomac, gagal mengamankan dukungan yang diperlukan.
"Bapak Eugen Tomac menarik pencalonannya pagi ini, dan dalam situasi ini, saya menunjuk Bapak Adrian Vestea sebagai perdana menteri," ujar Dan dalam pernyataan resmi.
Reaksi dan Langkah Selanjutnya
Eugen Tomac menyatakan penyesalannya karena tidak dapat meyakinkan cukup banyak partai untuk mendukung pencalonannya. Sementara itu, Presiden Rumania menegaskan bahwa "pada titik ini, jelas bahwa solusi politik adalah solusi yang tepat".
Nicusor Dan sebelumnya telah berulang kali menolak pemerintahan yang melibatkan sayap kanan ekstrem, yang belakangan ini semakin populer dalam politik Rumania. Presiden memuji pengalaman Vestea yang pernah menjabat sebagai wali kota, pemimpin pemerintahan daerah, serta menteri pembangunan di pemerintahan sebelumnya.
Vestea menyatakan akan bernegosiasi dengan "partai-partai politik demokratis pro-Barat" di parlemen Rumania untuk mencari mayoritas pemerintahan. "Saya menginginkan pemerintahan politik yang akan melakukan reformasi nyata dan menjaga Rumania tetap berada di jalur pro-Barat," tegas Vestea.
Tantangan Politik Rumania
Seorang perdana menteri yang ditunjuk harus mengumpulkan 233 suara di kedua majelis parlemen untuk dapat membentuk pemerintahan. Rumania, yang merupakan anggota Uni Eropa dan NATO, telah menghadapi gejolak politik dalam beberapa tahun terakhir. Pergolakan terbaru terjadi pada awal Mei ketika Perdana Menteri Liberal Ilie Bolojan melihat pemerintahannya digulingkan melalui mosi tidak percaya.



