Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno mengenang sosok almarhum Rachmat Gobel pada peringatan tujuh hari wafatnya yang digelar di kediaman mendiang di Jalan Prof. Dr. Soepomo, Jakarta Selatan, Kamis (16/7). Pratikno menyebut dirinya mengenal dekat almarhum, bahkan anak dan cucu mereka juga bersahabat.
Pertemuan Terakhir di Gedung DPR
Pratikno mengungkapkan pertemuan terakhirnya dengan Rachmat Gobel terjadi pada 20 Mei lalu di Gedung DPR. "Kami foto bersama, bercerita tentang cucu kami yang bersahabat," kenang Pratikno. Ia juga pernah bekerja bersama almarhum di kabinet periode pertama kepemimpinan Presiden Joko Widodo.
Tanggung Jawab Berat sebagai Mendag
Pratikno menilai tugas almarhum sebagai Menteri Perdagangan tidaklah mudah. Banyak tanggung jawab yang bersentuhan langsung dengan masyarakat luas. "Sangat tidak mudah menjadi Menteri Perdagangan. Harga minyak naik, harga beras naik, harga cabai naik menjadi masalah Menteri Perdagangan. Ekspor turun menjadi masalah Menteri Perdagangan," ucapnya.
Ia menyebut Rachmat Gobel adalah orang yang bekerja sangat profesional, memegang teguh etika integritas, dan nilai-nilai agama sepanjang hidupnya.
Wafat di Usia 63 Tahun
Rachmat Gobel meninggal dunia pada Jumat (10/7) pukul 03.20 WIB di Rumah Sakit Brawijaya, Jakarta Selatan, di usia 63 tahun. Politikus Partai NasDem ini memiliki latar belakang sebagai pengusaha dan politisi. Ia pernah menjabat Menteri Perdagangan era Presiden Joko Widodo (2014-2015) sebelum digantikan Thomas Trikasih Lembong, serta menjadi Komisaris Utama di berbagai perusahaan PT Panasonic.
Jenazah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan, pada Jumat (10/7) sekitar pukul 14.30 WIB. Prosesi pemakaman dilakukan secara militer sebagai bentuk penghormatan negara, dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa, dan dihadiri keluarga, kerabat, serta tokoh nasional.



