Prabowo: Pemimpin yang Anjurkan Bakar-bakar Itu Pengkhianat
Prabowo: Pemimpin Anjurkan Bakar-bakar Itu Pengkhianat

Prabowo Kecam Anjuran Bakar-bakar

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemimpin yang menganjurkan gerakan 'bakar-bakar' di republik ini adalah seorang pengkhianat. Pernyataan tegas itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya pada puncak peringatan Hari Koperasi Nasional di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Prabowo mengungkit adanya pihak yang kalah dalam kontestasi politik dan justru menganjurkan aksi bakar-bakar. Ia menyindir perilaku tersebut sebagai tindakan yang tidak mencerminkan jiwa bangsa.

Perbedaan Partai Bukan Masalah

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa perbedaan partai politik adalah hal yang wajar. Ia menyebutkan bahwa setiap beberapa tahun sekali, Indonesia menggelar pertandingan politik yang sehat.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

“Berbeda partai tidak ada masalah. Tiap sekian tahun kita bertanding dengan baik. Nggak ada masalah,” kata Prabowo. Ia menegaskan bahwa siapapun yang memenangkan kontestasi harus didukung.

Peringatan Keras untuk Pihak yang Kalah

Prabowo secara khusus memperingatkan pihak yang kalah agar tidak menganjurkan aksi bakar-bakar. Menurutnya, tindakan tersebut adalah pengkhianatan terhadap bangsa.

“Siapa yang menang, monggo. Jangan kalau kalah mau bakar-bakar, itu bangsa apa itu? Pemimpin yang menganjurkan bakar-bakar di republik ini, itu adalah pemimpin pengkhianat, saudara-saudara sekalian,” ujar Prabowo dengan tegas.

Hukum Karma dan Pengalaman Pribadi

Presiden juga menyatakan keyakinannya pada hukum karma bagi mereka yang menciptakan anjuran bakar-bakar. Ia mengungkapkan pengalaman pribadinya yang telah lima kali maju dalam pemilihan presiden dan empat kali kalah, namun tidak pernah menyuruh anak buahnya untuk melakukan aksi bakar-bakar atau bahkan demo.

“Saya percaya hukum karma akan kena kepada mereka semua itu. Saya maju lima kali pemilihan, empat kali kalah, nggak pernah saya suruh anak buah saya bakar-bakar. Demo aja nggak. Saya datang pelantikan rival saya, saya datang, saya hormat, saya kasih selamat,” tegas dia.

Persaingan Itu Biasa

Prabowo juga menekankan bahwa persaingan adalah hal yang biasa dan harus diterima oleh semua pihak. Ia menganalogikan dengan pertandingan sepak bola yang memiliki dua tim, satu harus menang dan satu kalah.

“Bersaing itu baik, pertandingan itu baik. Iya kan? Sepak bola ada pertandingan kan, ada dua. Satu harus menang. Kalau satu kalah, masa wasitnya mau digebukin? Ya? Persaingan itu biasa. Nggak ada masalah, ya,” imbuhnya.

Pernyataan Prabowo ini disampaikan dalam rangkaian acara Hari Koperasi Nasional yang juga dihadiri oleh para tokoh koperasi dan pejabat negara. Ia sebelumnya juga menyoroti pemberantasan korupsi di BUMN-BUMN yang tengah ditertibkan di bawah kepemimpinannya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga