Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa pengelolaan ekonomi Indonesia telah dirumuskan oleh para pendiri bangsa. Menurutnya, cetak biru ekonomi itu dirumuskan setelah perjuangan panjang memerdekakan Indonesia.
Hal ini disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada rapat paripurna ke-19 masa persidangan V tahun sidang 2025-2026 di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/5/2026). Awalnya, Prabowo bercerita tentang pengalaman para pendiri bangsa yang merasakan penjajahan.
Pengalaman Penjajahan Pendiri Bangsa
"Tentang pengelolaan ekonomi negara kita, sesungguhnya telah dirumuskan oleh para pendiri bangsa kita. Mereka bukan orang-orang yang lugu atau naif. Mereka merasakan penjajahan, mereka merasakan dijajah," kata Prabowo.
Ia menambahkan bahwa para pendiri bangsa telah merasakan imperialisme. Bahkan, mereka merasakan derajat harga diri bangsa Indonesia yang ditempatkan lebih rendah dibandingkan anjing.
"Mereka merasakan bahwa bangsa Indonesia ditempatkan derajatnya di bawah anjing. Mereka melihat dan merasakan kekayaan Nusantara ratusan tahun diambil oleh penjajah," tuturnya.
Pesan untuk Tidak Terlalu Mengagumi Bangsa Lain
Prabowo meminta agar jangan terlalu mengagumi bangsa yang kekayaannya berasal dari merampas negara lain. Terlebih lagi, negara kaya tersebut kadang mengajarkan sesuatu yang tidak mereka lakukan sendiri.
"Hendaknya janganlah kita terlalu kagum kepada bangsa-bangsa yang kayanya dari merampas kekayaan bangsa-bangsa lain," ucap dia.
"Janganlah kita rendah diri, janganlah kita selalu mengagumi apa yang mereka ajarkan kepada kita, padahal mereka sendiri tidak menjalankan apa yang mereka ajarkan kepada kita," tambahnya.



