Partai Demokrat akan merayakan 25 tahun usia partai pada 9 September 2026. Dalam rangka menyambut hari jadi tersebut, partai berlambang mercy ini menyiapkan sejumlah rangkaian acara, termasuk rencana silaturahmi ke para ketua umum partai politik.
Silaturahmi 360 ke Tokoh dan Ketum Parpol
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan hal itu dalam acara Kick Off Rangkaian HUT ke-25 partai di Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (8/7/2026). AHY mengatakan pihaknya akan melaksanakan silaturahmi 360 ke berbagai tokoh, termasuk ketua umum partai politik.
"Tapi intinya kita ingin membangun silaturahmi 360 dengan baik, dengan berbagai tokoh termasuk pimpinan partai politik di pusat maupun di daerah. Setuju semuanya?" tanya AHY yang dijawab setuju oleh kader yang hadir.
"Demokrat ingin bersahabat dengan semuanya. Politik adalah politik. Kompetisi harus berakhir ketika kita ingin sama-sama memajukan negeri ini. Tapi pada perjuangannya, kita juga harus punya semangat dan tujuan yang besar," tambahnya.
Peluncuran Logo HUT ke-25 Hasil Sayembara
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan itu juga mengumumkan logo HUT ke-25 Partai Demokrat. Logo tersebut merupakan hasil sayembara yang melibatkan aspirasi masyarakat.
"Tiga logo yang kemudian secara meyakinkan 51% memilih logo yang ketiga ini. Yang tadi dijelaskan oleh desainer, Mas Bogi, bahwa ada filosofi jalan," kata AHY.
Ia menyampaikan filosofi logo HUT itu yang berjalan bersama rakyat. Demokrat selama 25 tahun sudah berlalu, berjalan hingga diharapkan bisa berkontribusi untuk rakyat.
"Jadi dari berjalan tapi dinamis, dan tentu konsisten bersama rakyat. Itulah semangatnya. Tapi berjalan, kalau bisa lebih cepat, bisa berlari, bisa melompat lebih jauh lagi, kenapa tidak? Jadi marilah ini kita jadikan penyemangat. 25 tahun kita telah berjalan. 25 tahun kita pernah berlari," kata AHY.
"Dan mudah-mudahan 25 tahun ke depan, kita semakin cepat dalam perjalanan itu, dan semakin banyak yang bisa kita lakukan dan kontribusikan untuk rakyat kita, masyarakat, bangsa, dan negara," imbuhnya.



