Jakarta -- Tim Pengawas Haji DPR 2026 akan memusatkan perhatian pada pengawasan penyediaan katering dan makanan bagi jemaah haji saat puncak ibadah di Padang Arafah dan Mina. Langkah ini diambil untuk mencegah terulangnya insiden kelaparan yang terjadi pada penyelenggaraan haji tahun sebelumnya.
Fokus Pengawasan Katering
Wakil Ketua Komisi VIII DPR Abdul Wachid menegaskan bahwa fokus tersebut sangat penting. Ia mengatakan, "Inilah yang krusial, sehingga kami akan secepatnya kembali ke Mekah untuk mendeteksi dan mengecek kondisi di Arafah dan Mina, terutama untuk makanan yang menjadi masalah pada tahun lalu, yaitu H-2 dan H+1 haji. Kami akan memeriksa dengan saksama agar kejadian kelaparan tidak terulang." Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Madinah pada Senin (18/5).
Persiapan Kementerian Haji
Ketua Tim Pengawas Haji DPR 2026, Cucun Ahmad Syamsurizal, menyatakan bahwa persiapan yang dilakukan Kementerian Haji secara umum sudah cukup sempurna. Namun, ia mengakui adanya temuan katering yang menyajikan makanan basi. Makanan tersebut berhasil terdeteksi oleh Tim Pengawas katering di Daker Madinah. Setelah terdeteksi, vendor dengan cepat menyediakan pengganti.
"Vendor langsung menyiapkan gantinya. Ini menjadi harapan kita agar mitigasi benar-benar dilakukan, jangan sampai makanan basi diterima jemaah. Sekarang sudah terdeteksi dan langsung diganti," ujar Cucun.
Pengawasan Penginapan
Selain katering, Cucun menyebutkan bahwa pihaknya juga mengawasi penyediaan fasilitas penginapan. Hasil pengawasan Timwas Haji DPR RI di Daker Madinah dan evaluasi tahap I menunjukkan pelayanan penginapan bagi 103.732 jemaah haji reguler sangat baik. Mereka ditempatkan di hotel bintang lima di sekitar Masjid Nabawi, seperti Intercontinental, yang biasanya diperuntukkan bagi jemaah haji plus atau PIHK.
"Ini termasuk akomodasi baru, sejarah di Republik kita, jemaah reguler bisa menginap di hotel bintang lima daerah Markaziyah, seputaran Masjid Nabawi. Hotel-hotel seperti Dar Al Iman InterContinental, Millennium Al Aqeeq, Hilton Madinah, Dar Al Taqwa, Sofitel, Millennium Taiba, dan InterContinental Dar Al Hijra digunakan oleh jemaah reguler," jelasnya.
Dengan pengawasan ketat ini, diharapkan penyelenggaraan haji tahun ini dapat berjalan lancar tanpa kendala kelaparan atau masalah katering lainnya.



