Ketua DPRD Jember Abdul Halim menyampaikan permohonan maaf setelah salah satu anggota Komisi D, A Syahri Assidiqi, terekam kamera diduga bermain game sambil merokok saat rapat dengar pendapat (RDP). Halim memastikan yang bersangkutan akan diproses secara etik melalui Badan Kehormatan (BK) DPRD Jember.
Viral di Media Sosial
Aksi tak terpuji itu sebelumnya viral di media sosial. Dalam potongan video yang beredar, Syahri tampak asyik menggerakkan jari di layar ponsel seperti bermain game saat rapat Komisi D yang membahas layanan kesehatan pada Senin (11/5).
"Atas nama pimpinan DPRD Jember, kami menyampaikan permohonan maaf atas perbuatan anggota kami. Tentunya ini akan ada proses menyangkut etika DPRD. Dan kami juga tegur yang bersangkutan," kata Halim saat dikonfirmasi, Rabu (13/5).
Mekanisme Sanksi
Halim menjelaskan, penanganan pelanggaran ini akan mengikuti mekanisme formal di DPRD Jember. Ia menyebut terdapat potensi sanksi administratif hingga sanksi disiplin bagi Syahri maupun anggota lain yang melanggar kode etik.
"Prosesnya nanti akan kita proses di BKD (Badan Kehormatan Dewan). Secara kelembagaan mungkin akan ada sanksi administrasi atau sanksi disiplin," ucapnya.
Tindakan Partai
Tak hanya di level lembaga, Halim yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Gerindra Jember mengungkapkan bahwa anggota tersebut merupakan kader baru di fraksinya. Pihak internal partai pun tidak tinggal diam dan berencana membawa masalah ini ke tingkat pimpinan yang lebih tinggi.
"Tentu nanti akan kami laporkan ke pimpinan (DPD/DPP)," ucapnya.
Lebih lanjut, Halim menegaskan, Gerindra memiliki aturan kedisiplinan bagi setiap kader. Kejadian ini pun disebut akan menjadi bahan evaluasi serius bagi fraksi.
"Kami akan memproses sesuai ketentuan yang berlaku baik di partai maupun lembaga. Dari partai tentu akan menindak melalui teguran, sanksi administratif maupun sanksi disiplin keanggotaan," tegas Halim.
Pemanggilan dan Klarifikasi
Dalam waktu dekat, DPRD Jember menjadwalkan pemanggilan terhadap yang bersangkutan. Tujuannya adalah untuk memberikan klarifikasi secara langsung serta menuntut permintaan maaf Syahri secara terbuka kepada publik.
"Bukan hanya saran, kita akan panggil beliau untuk proses klarifikasi. Minimal beliau mau menyampaikan permintaan maaf. Ini akan menjadi catatan bagi kami karena di partai kami menerapkan sistem kedisiplinan yang ketat," katanya.



