Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan Sari Yuliati menyerahkan bantuan program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) di tiga desa di Lombok, Nusa Tenggara Barat, yaitu Desa Batujai, Ungga, dan Tanak Awu. Program ini bertujuan memberikan akses sanitasi yang layak bagi masyarakat setempat.
Program Sanimas: Wujud Kehadiran Negara
Sari Yuliati menegaskan bahwa program Sanimas yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses sanitasi.
“Sanitasi bukan sekadar soal kebersihan, tetapi menyangkut kesehatan, produktivitas, dan masa depan generasi kita. Tanpa sanitasi yang layak, risiko penyakit meningkat dan beban ekonomi masyarakat juga ikut bertambah,” ujar Sari dalam keterangan tertulis, Senin (4/5/2026).
Persoalan Klasik Sanitasi
Ia menyoroti bahwa masih banyak daerah yang menghadapi persoalan klasik seperti minimnya fasilitas sanitasi serta rendahnya kesadaran akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat. Karena itu, program Sanimas tidak boleh dipandang sebagai proyek biasa, melainkan sebagai intervensi strategis untuk memutus rantai masalah kesehatan dan kemiskinan.
Sari juga mengingatkan bahwa penggunaan Dana APBN harus dikawal dengan serius agar tepat sasaran dan tidak berhenti pada pembangunan fisik semata. Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas yang telah dibangun.
“Jangan sampai fasilitas sudah dibangun dengan anggaran negara, tetapi tidak dimanfaatkan atau tidak dirawat. Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah,” tuturnya.
Dorongan Keberlanjutan Program
Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan itu mendorong pemerintah daerah dan kelompok masyarakat untuk memastikan keberlanjutan program melalui edukasi dan penguatan kesadaran kolektif. Dengan sanitasi yang baik, diharapkan angka penyakit berbasis lingkungan dapat ditekan sehingga masyarakat dapat hidup lebih sehat dan produktif.
“Penyerahan bantuan Sanimas ini menjadi pengingat bahwa efektivitas APBN tidak hanya diukur dari besarnya angka yang digelontorkan, tetapi dari dampaknya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara nyata, dimulai dari hal paling mendasar yaitu sanitasi yang layak bagi semua,” pungkasnya.



