Ratusan Calon Maba PTN Jateng Mundur, DPR Minta Penelusuran
Ratusan calon mahasiswa baru yang telah diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) di Jawa Tengah memilih mundur dari pendaftaran ulang. Fenomena ini terungkap dalam rapat Komisi X DPR RI dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) beberapa waktu lalu. Anggota Komisi X DPR Sofyan Tan mempertanyakan informasi mengenai 60 ribu calon mahasiswa jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) yang tidak mendaftar ulang. Ia meminta Kemendiktisaintek melakukan penelusuran menyeluruh.
Data Mundur di Universitas Tidar dan Unsoed
Berdasarkan laporan dari detikJateng, Universitas Tidar (Untidar) Magelang mencatat 60 dari 936 calon mahasiswa jalur SNBP mundur (6,4 persen), dan 347 dari 2.418 peserta jalur SNBT mundur (14,4 persen). Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Untidar, Prof Suyitno, menyatakan bahwa angka tersebut relatif kecil. "Yang tidak daftar ulang itu hanya 60 calon mahasiswa. Jadi hanya 6,4 persen, kan kecil banget itu," kata Suyitno, Kamis (25/6). Kampus tidak mengetahui alasan para calon mahasiswa mundur karena peserta yang mundur hanya perlu tidak melakukan daftar ulang tanpa memberi alasan.
Kursi yang kosong akan dialokasikan ke jalur lain. "Jadi yang jalur tes, kita tambahin kuotanya untuk porsi yang kosong tadi. Lha yang SNBT ini juga ada yang tidak daftar ulang. Nah itu, kemudian yang tidak daftar itu yang kursi kosongnya kita geser ke (penerimaan jalur) mandiri," jelas Suyitno. Jalur mandiri Untidar meliputi jalur tulis, UTBK, prestasi, dan kerja sama, dan akan diumumkan pada Senin (30/6).
Sementara itu, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto melaporkan 70 dari 3.176 calon mahasiswa SNBP yang diterima tidak melakukan registrasi ulang. Kepala Bagian Akademik Unsoed, Eko Sumantooed, mengatakan, "Alhamdulillah, kalau di Unsoed jumlah registrasi di jalur SNBP termasuk baik. Sebanyak 97,7 persen calon mahasiswa yang diterima sudah selesai melakukan registrasi." Dari total 3.176 yang diterima, 3.106 telah registrasi. Eko menambahkan bahwa Unsoed tidak menerapkan sanksi khusus kepada sekolah asal peserta yang tidak registrasi, hanya melaporkan data ke panitia pusat SNPMB.
Penyebab Mundur: Jurusan, KIP Kuliah, atau Pilihan Lain?
Sofyan Tan menduga beberapa faktor penyebab mundurnya calon mahasiswa. "Apakah 60 ribu itu memilih jurusan yang salah atau memang diloloskan pada jurusan yang tidak dia berkenan? Yang kedua apakah dia diterima di perguruan tinggi negeri yang lain yang menurut yang bersangkutan lebih sesuai?" ujarnya. Ia juga mengkhawatirkan faktor biaya. "Yang paling dikhawatirkan adalah yang ketiga bahwa yang lolos ini karena tidak bisa dibiayai lewat KIP Kuliah, maka mereka itu tidak melanjut. Nah, karena itu yang terakhir ini harus didalami dan disurvei untuk mencari apakah betul yang seperti ini yang dugaan banyak orang," imbuhnya.
Panitia SNPMB Bantah Narasi 60 Ribu Mundur
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Prof Dr Ir Eduart Wolok, membantah narasi bahwa 60 ribu siswa tidak daftar ulang SNBP. Ia menjelaskan, "60 ribuan itu (10 persen dari data total awal) yang tidak daftar ulang semua jalur (SNBP, SNBT, dan Mandiri) di SNPMB 2025. Untuk SNBP sendiri persentase daftar ulang dari yang diterima ada di angka 92 persen." Pernyataan ini mengklarifikasi bahwa angka 60 ribu merupakan total dari seluruh jalur, bukan hanya SNBP.



