Universitas Gadjah Mada (UGM) secara resmi membantah adanya penambahan kuota penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri UM CBT (Ujian Masuk Computer Based Test) untuk tahun akademik 2026/2027. Bantahan ini disampaikan menyusul beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa UGM akan menambah kuota karena banyak calon mahasiswa yang telah lolos seleksi namun tidak melakukan daftar ulang.
Penjelasan Resmi UGM
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Dalam pernyataan resmi yang dikutip dari situs kampus pada Rabu (8/7/2026), ia menyatakan bahwa seluruh proses seleksi penerimaan mahasiswa baru Program Sarjana dan Sarjana Terapan Tahun Akademik 2026/2027 telah selesai dilaksanakan sejak pengumuman seleksi pada pertengahan Juni 2026.
“Kami informasikan bahwa seluruh proses seleksi penerimaan mahasiswa baru Program Sarjana dan Sarjana Terapan Tahun Akademik 2026/2027 telah selesai dilaksanakan sejak pengumuman seleksi pada pertengahan bulan Juni 2026, dan tidak ada penambahan kuota di jalur seleksi apapun,” ujar Prof. Wening pada Senin (7/7/2026).
Klarifikasi Soal Isu Daftar Ulang
Isu yang beredar menyebutkan bahwa ratusan calon mahasiswa yang telah dinyatakan lolos seleksi tidak melakukan daftar ulang, sehingga UGM berencana membuka kembali pendaftaran. Namun, UGM menegaskan bahwa tidak ada penambahan kuota di jalur manapun, termasuk jalur mandiri UM CBT. Seluruh jalur penerimaan sudah ditutup sejak pertengahan Juni 2026.
UGM mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya dan selalu merujuk pada saluran resmi universitas. Informasi resmi mengenai penerimaan mahasiswa baru hanya dikeluarkan melalui situs web resmi UGM dan akun media sosial terverifikasi.
Dampak dan Imbauan
Beredarnya informasi palsu ini berpotensi menimbulkan kebingungan di kalangan calon mahasiswa dan orang tua. Oleh karena itu, UGM meminta semua pihak untuk memverifikasi setiap informasi yang diterima. Prof. Wening menambahkan bahwa universitas berkomitmen untuk menjaga transparansi dan integritas dalam proses penerimaan mahasiswa baru.



