Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta pada akhir Juni 2026 menghasilkan perputaran ekonomi yang signifikan. Total nilai transaksi yang tercatat selama momentum tersebut mencapai angka fantastis Rp2,4 triliun. Hal ini disampaikan Pramono dalam acara Jakarta Kreatif Festival (JKF) di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (4/7/2026).
“Kemarin ketika kita mengadakan ulang tahun, saya mendapatkan data terakhir transaksi pada hari itu Rp2,4 triliun,” kata Pramono. Ia menambahkan bahwa mayoritas pembayaran dilakukan melalui sistem digital QRIS. Lonjakan transaksi ini tidak terlepas dari berbagai terobosan yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta, termasuk pemberian akses transportasi dan destinasi wisata dengan tarif Rp1 selama perayaan HUT Jakarta.
Lonjakan Kunjungan dan Laba Bersih Destinasi Wisata
Pramono mencontohkan lonjakan kunjungan ke sejumlah destinasi wisata milik Pemprov DKI. Ancol, misalnya, mencatat sekitar 80 ribu pengunjung pada 28 Juni 2026. Jumlah tersebut melampaui rekor sebelumnya yang berkisar 30 ribu hingga 32 ribu pengunjung saat libur Idulfitri maupun Tahun Baru. “Laba bersihnya yang sebelumnya maksimal hanya Rp1,5 miliar, pada 28 Juni lalu mencapai Rp6,5 miliar,” ujarnya.
Fenomena serupa juga terjadi di Taman Margasatwa Ragunan (TMR). Pramono menyebut jumlah pengunjung Ragunan mencapai 135.500 orang, melampaui rekor sebelumnya sekitar 102 ribu pengunjung. “Dan transaksinya jauh lebih tinggi dan hampir semuanya menggunakan QRIS,” kata Pramono.
Dominasi QRIS dalam Transaksi Digital Jakarta
Pramono menilai penggunaan QRIS semakin menguat sebagai metode pembayaran utama di Jakarta. Saat ini, transaksi QRIS di Jakarta telah menyumbang sekitar 38 persen dari total transaksi QRIS nasional. “Yang saya senang adalah transaksi QRIS Jakarta ini sekarang sudah 38 persen dari transaksi nasional,” ucapnya.
Capaian tersebut didukung oleh digitalisasi di 153 pasar yang dikelola Pemprov DKI Jakarta, yang kini telah sepenuhnya menggunakan QRIS. Selain itu, sekitar 422 ribu pelaku UMKM di Jakarta juga telah memanfaatkan sistem pembayaran digital tersebut. Pemprov DKI Jakarta berencana terus memperluas digitalisasi transaksi dengan melanjutkan kompetisi penggunaan QRIS di pasar-pasar tradisional.
“Saya sudah meminta kepada Dinas UMKM dan kepada Ibu Asisten Keuangan Provinsi DKI Jakarta untuk melanjutkan lomba penggunaan digitalisasi di pasar-pasar Jakarta,” ucap Pramono.



