Singapura Gelontorkan Bansos S$900 Juta Hadapi Lonjakan Biaya Hidup
Singapura Gelontorkan Bansos S$900 Juta Biaya Hidup

Menteri Keuangan Kedua Singapura, Jeffrey Siow, mengumumkan paket bantuan sosial (bansos) terbaru senilai 900 juta dollar Singapura (sekitar Rp 12,6 triliun) pada Rabu (29/7/2026). Paket ini merupakan bagian dari stimulus yang digelontorkan sejak April 2026, sehingga total bantuan yang telah disalurkan mencapai hampir 2 miliar dollar Singapura.

Fokus pada Rumah Tangga Berpenghasilan Rendah

Menurut Jeffrey Siow, paket bantuan ini dirancang untuk meringankan beban rumah tangga berpenghasilan rendah yang paling terdampak oleh lonjakan biaya hidup. Pemerintah memberikan bantuan tunai tambahan, subsidi listrik, dan potongan harga kebutuhan pokok. Langkah ini diambil karena inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga energi dan pangan global akibat perang di Timur Tengah yang berkepanjangan.

Dukungan untuk Usaha Kecil dan Menengah

Selain rumah tangga, paket bantuan juga menyasar usaha kecil dan menengah (UKM) yang mengalami tekanan biaya operasional. Bantuan berupa potongan pajak, subsidi sewa, dan akses pembiayaan lunak. Jeffrey Siow menyatakan bahwa UKM merupakan tulang punggung ekonomi Singapura, sehingga perlindungan terhadap sektor ini sangat penting untuk menjaga stabilitas ketenagakerjaan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Total Bantuan Capai Hampir S$2 Miliar

Dengan tambahan S$900 juta ini, total paket bantuan yang telah digelontorkan pemerintah Singapura sejak April 2026 mencapai hampir 2 miliar dollar Singapura. Angka tersebut setara dengan sekitar Rp 28 triliun (dengan asumsi kurs Rp 14.000 per dollar Singapura). Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau situasi ekonomi dan siap memberikan bantuan tambahan jika diperlukan.

Dampak Perang Timur Tengah terhadap Ekonomi Global

Konflik di Timur Tengah telah menyebabkan ketidakstabilan harga minyak mentah dan rantai pasokan global. Singapura, sebagai negara yang sangat bergantung pada perdagangan internasional, merasakan dampaknya melalui kenaikan biaya impor dan tekanan inflasi. Pemerintah menilai bahwa paket bantuan ini penting untuk menjaga daya beli masyarakat dan keberlangsungan usaha.

Jeffrey Siow menegaskan bahwa fokus utama pemerintah adalah melindungi kelompok rentan dan memastikan pemulihan ekonomi tetap berjalan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan bantuan dengan bijak dan melaporkan jika ada kendala dalam penyaluran.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga