Sekprov Sulsel Bantah Diskriminasi Calon Paskibraka, Ini Penjelasannya
Sekprov Sulsel Bantah Diskriminasi Calon Paskibraka

Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, membantah tuduhan diskriminasi dalam proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) tingkat nasional yang melibatkan peserta asal Sulsel, Cathlyn Yvaeni Lesmana. Isu yang beredar menyebut Cathlyn sengaja digugurkan meskipun masuk tiga besar, namun Jufri menegaskan hal tersebut tidak benar.

Penjelasan Sekprov Sulsel

Menurut Jufri, Cathlyn gugur bukan karena diskriminasi, melainkan karena nilai peserta lain lebih tinggi dan tidak memenuhi syarat kesehatan. "Sejak seleksi calon peserta ke Jakarta, ada nilainya yang peserta nomor satu lebih tinggi dari Cathlyn," ujarnya kepada wartawan, Selasa (26/5). Ia juga membantah istilah anulir karena proses masih berjalan.

Alasan Kesehatan

Berdasarkan informasi yang diterima, Cathlyn tidak lolos karena kondisi kesehatan, seperti penglihatan kabur dan telapak kaki datar (flat foot). "Kalau bukan karena matanya, penglihatannya agak kabur. Kemudian kakinya juga flat foot," jelas Jufri. Keputusan final ada di tangan panitia seleksi pusat, bukan daerah.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tanggapan Wali Kota Makassar

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meminta proses seleksi dilakukan secara adil dan terbuka. Ia prihatin dengan kondisi delegasi Makassar dan dampak psikologis yang dialami peserta. "Kasihan anak-anak yang sudah berproses. Mereka sudah latihan, sudah mempersiapkan diri dengan baik. Yang dikhawatirkan itu mentalnya," katanya.

Munafri menegaskan bahwa Pemkot Makassar hanya bertugas mengirim peserta terbaik ke tingkat provinsi, sementara penilaian selanjutnya menjadi wewenang panitia seleksi provinsi dan pusat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga