Prabowo Ungkap Alasan Gaji Guru Belum Naik Akibat Under-Invoicing
Prabowo: Gaji Guru Belum Naik karena Under-Invoicing

Presiden Prabowo Subianto secara terbuka menjelaskan penyebab utama mengapa gaji guru di Indonesia belum dapat dinaikkan. Dalam pernyataannya yang dikutip dari Kompas.com pada Rabu (24/6/2026), Prabowo mengaitkan masalah ini dengan praktik under-invoicing yang dilakukan oleh sejumlah pengusaha.

Penyebab Utama: Under-Invoicing

Menurut Prabowo, kebocoran keuntungan negara terjadi melalui under-invoicing, yaitu ketika pengusaha membuat laporan palsu mengenai nilai komoditas alam Indonesia. Praktik ini menyebabkan penerimaan negara berkurang secara signifikan.

"Saya ingin sampaikan dalam forum ini karena saya ingin, saudara-saudara NU sebagai pemimpin, sebagai ulama sebagai guru, sebagai pembimbing rakyat harus mengerti kenapa gaji guru tidak bisa baik," kata Prabowo.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak pada Anggaran Negara

Prabowo menjelaskan bahwa kebocoran ini berdampak langsung pada keterbatasan anggaran negara. "Kenapa gaji pegawai negeri tidak bisa baik, kenapa anggaran selalu kurang, iya kan karena uang yang tidak ada, diambil terus," lanjutnya.

Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan forum yang dihadiri oleh tokoh Nahdlatul Ulama (NU), yang diharapkan dapat memahami kompleksitas masalah fiskal negara.

Harapan Perbaikan ke Depan

Presiden menekankan pentingnya transparansi dan penegakan hukum untuk menghentikan praktik under-invoicing. Dengan demikian, penerimaan negara dapat meningkat dan alokasi untuk kesejahteraan guru serta pegawai negeri bisa diperbaiki.

Langkah ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan tenaga pendidik di Indonesia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga