Hoaks! Video Klaim Indonesia Tinggalkan Dolar AS Beralih ke Yuan
Hoaks! Video Klaim Indonesia Tinggalkan Dolar AS ke Yuan

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (23/6/2026). Rupiah dibuka turun 18 poin atau 0,10 persen ke level Rp 17.861 per dolar AS. Sejak awal 2026, nilai tukar rupiah terus mengalami penurunan terhadap dolar AS.

Video Klaim Beredar di Media Sosial

Di tengah pelemahan rupiah, beredar sebuah video di media sosial yang mengeklaim bahwa Pemerintah Indonesia mulai menghentikan penggunaan dolar AS dan beralih ke yuan, mata uang China. Video tersebut menyebar luas dan memicu kebingungan di masyarakat.

Tim Cek Fakta Kompas.com melakukan penelusuran terhadap video tersebut. Hasilnya, video yang menyatakan Indonesia meninggalkan dolar AS dan beralih ke yuan adalah kabar bohong atau hoaks. Tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah mengenai kebijakan tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penelusuran Tim Cek Fakta

Menurut Tim Cek Fakta Kompas.com, klaim dalam video tidak didukung oleh fakta. Pemerintah Indonesia tidak pernah mengeluarkan pernyataan resmi tentang penghentian penggunaan dolar AS. Video tersebut kemungkinan merupakan hasil manipulasi atau informasi yang sengaja disebarkan untuk menimbulkan keresahan.

"Video itu hoaks. Tidak ada kebijakan pemerintah untuk meninggalkan dolar AS dan beralih ke yuan," ujar sumber di Kementerian Keuangan yang dikutip oleh Tim Cek Fakta.

Dampak Pelemahan Rupiah

Pelemahan rupiah sendiri terus berlanjut sejak awal tahun. Pada Januari 2026, rupiah masih berada di kisaran Rp 17.500 per dolar AS. Namun, tekanan global dan faktor domestik menyebabkan rupiah terus terdepresiasi. Analis memperkirakan rupiah masih akan berfluktuasi dalam waktu dekat.

Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Selalu periksa kebenaran berita melalui sumber resmi seperti Kompas.com.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga