Pendataan Bantuan untuk Penyintas Bencana Sumatera Bakal Dipercepat
Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa pihaknya akan mempercepat proses pendataan untuk memastikan bantuan sampai tepat waktu kepada penyintas bencana di Sumatera. Langkah ini dinilai sangat krusial dalam upaya mempercepat pemulihan daerah-daerah yang terdampak bencana alam.
Pentingnya Kecepatan dalam Proses Pendataan
Dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (24/2/2026), Tito menyatakan, "Ini sebetulnya ada beberapa hal yang agak tenis, yang ingin kita selesaikan, karena itu perlu duduk bersama." Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Perkembangan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) yang digelar di Kantor Kementerian Dalam Negeri RI (Kemendagri), Jakarta, pada Senin (23/2).
Tito menekankan bahwa kecepatan dalam proses pendataan sangat penting agar penyaluran bantuan tidak terhambat. Pemerintah telah merancang berbagai skema bantuan untuk mendukung penyintas bencana, termasuk bantuan perbaikan rumah dan bantuan pembiayaan hidup.
Rincian Skema Bantuan yang Disediakan
Bantuan perbaikan rumah terbagi ke dalam tiga kategori berdasarkan tingkat kerusakan:
- Rusak ringan: Rp 15 juta
- Rusak sedang: Rp 30 juta
- Rusak berat: Rp 60 juta
Bantuan ini akan disalurkan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana RI (BNPB). Sementara itu, bantuan pembiayaan hidup terdiri dari:
- Stimulus ekonomi sebesar Rp 5 juta
- Bantuan perabotan rumah tangga senilai Rp 3 juta bagi korban bencana
- Bantuan jaminan hidup sebesar Rp 15.000 per hari
Harapan dan Kolaborasi untuk Pemulihan Cepat
Tito berharap bantuan ini dapat segera diterima oleh penyintas bencana, sehingga mereka tidak harus berpeluh dalam menjalani Ramadan. Ia juga mengajak pemerintah daerah dan Badan Pusat Statistik RI (BPS) untuk bekerja sama dalam mempercepat proses validasi data.
Dengan langkah percepatan ini, diharapkan seluruh bantuan dapat segera diterima oleh penyintas bencana di Sumatera. Hal ini penting karena akan mempercepat proses pemulihan kehidupan mereka pascabencana.
Peserta Rapat yang Terlibat
Rapat ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI (Menko PMK) Pratikno, Menteri Sosial RI (Mensos) Saifullah Yusuf, Wakil Menteri Kehutanan RI (Wamenhut) Rohmat Marzuki, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Wakil Gubernur (Wagub) Aceh Fadhlullah, serta pejabat terkait lainnya. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung efektivitas penyaluran bantuan dan rehabilitasi daerah terdampak.



