Negara Teluk Tolak Pungutan Iran di Selat Hormuz, Desak Navigasi Bebas
Negara Teluk Tolak Pungutan Iran di Selat Hormuz

Negara-negara di kawasan Teluk secara tegas menolak rencana Iran untuk menerapkan tarif bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Mereka menyerukan navigasi yang aman dan bebas di jalur perairan strategis tersebut.

Penolakan GCC terhadap Pungutan Iran

Para pemimpin negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) kompak menolak pungutan tarif apa pun terhadap kapal yang melintasi Selat Hormuz. Dalam pertemuan konsultatif di Jeddah, Arab Saudi, mereka menegaskan bahwa jalur perairan itu harus bebas dari hambatan.

Sekretaris Jenderal GCC Jasem Mohamed Albudaiwi menyatakan bahwa negara-negara Teluk juga menolak penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Langkah Teheran tersebut dinilai sebagai tindakan ilegal yang mengancam stabilitas kawasan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak Perang AS-Israel terhadap Iran

Pelayaran melalui Selat Hormuz telah terganggu sejak Amerika Serikat dan Israel memulai perang terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Tindakan Iran membatasi perlintasan kapal di jalur vital ini telah mengguncang pasar energi global dan meningkatkan kekhawatiran akan kerusakan ekonomi yang berkepanjangan.

Selat Hormuz merupakan jalur yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Militer Washington telah membalas blokade Iran dengan memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Iran Perketat Cengkeraman di Selat Hormuz

Iran justru semakin memperketat kendali atas Selat Hormuz. Kapal-kapal diperintahkan untuk membayar tarif di muka saat melintasi selat tersebut, dengan mata uang kripto atau yuan China. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menjaga selat dan mengawasi pembayaran.

Wakil Ketua Parlemen Iran, Hamidreza Hajibabaei, mengumumkan bahwa pendapatan pertama dari pungutan tarif telah disetorkan ke Bank Sentral Iran. Namun, ia tidak menyebutkan jumlahnya.

Respons GCC: Jalur Pipa Alternatif dan Sistem Peringatan Dini

Menanggapi situasi ini, GCC memerintahkan langkah cepat untuk membangun jalur pipa minyak dan gas bersama. Mereka juga berencana membangun sistem peringatan dini untuk menangkal rudal balistik di kawasan.

Perang di Iran belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Pembicaraan antara AS dan Iran di Pakistan tidak menghasilkan kesepakatan. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump meminta militer AS memperpanjang blokade pelabuhan Iran, dengan pertimbangan risiko blokade lebih rendah daripada pengeboman.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga