Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menyampaikan duka cita mendalam atas kecelakaan kereta api jarak jauh (KAJJ) Argo Bromo dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur yang menewaskan 16 orang. Megawati berharap para korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.
Instruksi Megawati untuk Pembenahan Sistem
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengungkapkan bahwa Megawati mengikuti pemberitaan penanganan korban melalui media massa. Beliau sangat sedih dan mendoakan seluruh korban, terutama yang meninggal dunia agar dilancarkan jalannya dan mendapat tempat terbaik di surga.
Megawati menginstruksikan kader PDIP yang duduk di Komisi V DPR untuk mengadakan rapat pembenahan sistem transportasi darat, termasuk rapat kerja dengan PT KAI dan pihak terkait. Komisi V DPR membidangi infrastruktur, transportasi, dan lembaga keselamatan.
Pembenahan Sistem Keamanan dan Komunikasi
Hasto menyatakan, "Ibu Megawati meminta seluruh anggota Poksi V PDI Perjuangan DPR RI yang dipimpin Saudara Lasarus untuk mengadakan rapat guna melakukan pembenahan sistem keamanan, sistem komunikasi, dan sistem instrumentasi kereta api."
Kejadian ini dinilai menjadi momentum untuk membenahi dan memperkuat sistem transportasi di Indonesia. Hasto berharap kejadian serupa tidak terulang kembali. "Ke depan kereta api harus menjadi tulang punggung sistem transportasi nasional yang aman, nyaman, tepat waktu, dan memiliki jaminan kualitas pelayanan dan keamanan bagi seluruh rakyat Indonesia," ungkapnya.
Korban Meninggal Bertambah
Korban meninggal dunia akibat kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur bertambah menjadi 16 jiwa. Korban ke-16 dilaporkan meninggal setelah menjalani perawatan di ICU RSUD Kota Bekasi.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi usai menjenguk korban di RSUD Kota Bekasi pada Rabu (29/4) mengatakan, "Pasiennya kalau secara umum sudah membaik tinggal yang di ICU tiga orang. Tiga orang, dan yang satu sudah meninggal, tinggal dua orang lagi tapi mudah-mudahan bisa sembuh."



